Dituduh Melarikan Anak Gadis, Ayah Satu Anak Dibui

0 62

infowonogiri.com – WONOGIRI – Dituduh melarikan anak gadis tanpa sepengetahuan orang tuanya, Asep Syaeful Masri alias Asep Supriyatna bin Abdurahman (29) ditangkap oleh Reserse Mobile (Resmob) Satreksrim Polres Wonogiri di rumahnya di Desa Kaung Caang, RT 01 RW 02 Kecamatan Cadasari Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten.

Asep resmi ditahan Kamis (14/6) di Mapolres Wonogiri atas tuduhan telah melanggar pasal332 KUHP tentang perbuatan melarikan anak perempuan dibawah umur tampa mendapatkan ijin dari orang tuanya. Perempuan tersebut adalah berinisial Ns (16) warga Dusun Jatisrejo Desa Jatisari Kecamatan Jatisrono.

Kapolres Wonogiri AKBP Ni Ketut Swastika SIK melalui Kasatreskrim AKP Sukirwanto didampingi Kasubag Humas AKP Supriyadi mengemukakan, bahwa Asep ditangkap di Pandeglang. Asep dibawa ke Polres Wonogiri Rabu (13/5) lalu. “Mulai hari ini sudah resmi kita tahan sesuai surat perintah penahanan dari Kapolres,” uajr AKP Supriyadi.

Dijelaskan Supriyadi, bawha Asep berstatus menikah dengan Novianti (23) warga Desa Kembang Kecamatan Jatipurno. Asep-Novianti telah dikaruniai seorang anak. Pasangan rumah tangga muda ini tinggal di Dusun Desa Kembang Kecamatan Jatipurno. Rumah tangga Asep Novianti diguncang prahara. Asep-Novianti pisah ranjang.

Asep yang berkerja berdagang di pasar Jatisrono menjadikan ia sering bertemu dengan banyak orang. Perkenalan Asep – Ns pun terjadi di pasar Jatisrono, sekitar enam bulan silam. Keduanya kian akrab. Pertengahan Mei lalu, Asep pulang ke Pandeglang, mengajak serta Ns, tanpa meminta ijin orang tuanya.

Orang tua Ns, berinisial Skr (45) alamat Dusun Jatirejo Desa Jatisari Kecamatan Jatisrono melaporkan telah kehilangan anak ke Mapolsek Jatisrono. Laporan tersebut juga diteruskan ke Mapolres Wonogiri. Belakangan Skr mendapatkan informasi, anaknya berada di Pandeglang.

Pelaku dan korban kemarin mulai diperiksa di Ruang Pemeriksaan Khusus (RPK) Polres Wonogiri. “Kali pertama datang, korban belum sadar, dia seperti diguna-guna, seperti kenap pelet. Namun hari ini sudah sadar setelah disembuhkan oleh orang pintar,” kata Skr. Sebagai orang tuanya, Skr meminta pelaku duhukum seberat beratnya.

Terpisah Asep menolak dituduh telah mengajak Ns secara paksa. Bahkan Asep mengaku tidak pernah mengajak Ns ke rumahnya di Pandgelang. Kepergian Ns bersamanya, menurut Asep atas dasar kemaunnya sendiri tampa ada paksanaan atau bujuk rayu. “Demi Allah mas, saya tidak memelet dia. Dia ikut sendiri tampa saya ajak,” kata Asep.

Selama dalam pelarian, Asep mengakui bawha ia telah melakukan perbuatan seperti layaknya sepasang suami istri yang sah. “Saya melakukanya sudah tiga kali. Pertama kali saya melakukan di gedung olahraga Jatisrono, pada malam hari. Keduanya saat di Pandeglang, tetapi saya tidak pernah memaksanya,” katanya. [[email protected]]

error: Content is protected !!