Awas Modus Penjualan Rokok ILEGAL Dititipkan Ke Pedagang

0 58
Razia rokok bercukai illegal di Kabupaten Wonogiri | Foto : Bagus

infowonogiri.com – WONOGIRI – Awas! Akhir akhir ini sering beredar rokok-rokok bercukai palsu. Modus penjualan rokok bercukai palsu adalah dengan cara penjual menitipkan barang dagangannya kepada para penjual, baik pedagang di perkotaan maupun di perdesaan. Temuan itu didapatkan oleh tim razia gabungan Satpol PP, Polres Wonogiri dan Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM (Diperindagkop dan UMKM).

Karena itu, para pedagang rokok warung toko maupun pengecer dihimbau untuk tidak menjual menjual rokok jika seles yang menitipkan dagangan rokoknya. “Bisa dipastikan rokok itu tidak memiliki cukai, bahkan cukainya palsu. Meskipun pedagang tidak tahu namun tetap dapat dikenai sanksi,” ujar Kepala Satpol PP Ismiyanto didampingi Kasi Ketertiban Umum dan Ketentraman Wahriyanto, Rabu (13/6) usai menggelar razia di Kecamatan Purwantoro, Baturetno, Pracimantoro, dan Jatipurno..

Razia bertujuan memperingatkan masyarakat sekaligus sosialisasi. Ekskusi sanksi menjadi kewenangan kantor Bea dan Cukai Surakarta. Razia kali kedua ini, hanya menemukan enam merek rokok yang bercukai palsu. Fakta itu menunjukan terjadi penurunan jumlah temuan. Pada tahun 2011 lalu ditemukan 31 merek rokok bercukai palsu.

Sanksi pelanggaran memalsukan cukai diatur dalam Pasal 54 UU nomor 11 tahun 1995 tentang cukai yang dirubah dengan UU 39 tahun 2007. Tiap orang yang menawarkan, menyerahkan, menjual atau menyediakan untuk dijual barang kenai cukai yang tidak semestinya disanski penjara minimal 1 tahun dan maksimal 5 tahun. Dan atau denda sedikitnya dua kali lipat nilai cukai dan paling banyak sepuluh kali.

Suparman, pemilik toko di Desa Kopen Jatipurno mengatakan rokok tanpa cukai yang dipajang di tokonya merupakan titipaan orang tak dikenal. “Orang hanya nitip, naik motor. Saya sebenarnya menolak tapi karena dipaksa, akhirnya rokok ada di sini,” katanya. Hal yang sama dikemukakan Karni, pedagang di Desa Jeporo Jatipurno. “Harga rokoknya hanya Rp.2000, ada juga yang membeli dengan alasan dari pada melinthing sendiri,” katanya. [[email protected]]

 

error: Content is protected !!