Amalan Shalat Tahajud dan Dhuha

1 52
Iptu Surono SH Kanitlaka Satlantas Polres Wonogiri | Foto : Bagus

infowonogiri.com – WONOGIRI – Sesungguhnya setiap pekerjaan apapun profesinya jika dijalani dengan amanah dan tanggungjawab dan keihlasan maka akan menghasilkan kenikmatan tersendiri. Terlebih profesi sebagai anggota Polisi Republik Indonesia (Polri).

Seperti dikemukakan oleh Kanit Laka Iptu Surono SH, yang baru menjabat di Satuan Lantas Polres Wonogiri ini.Pria ramping bertinggi badan 180 cm ini mengatakan menjadi polisi adalah cita citanya sejak ia mulai remaja. Surono yang beralamat di Tandon RT 03 RW 03 Desa Pare Kecamatan Selogiri ini, mengaku termotifasi sebagai polisi karena melihat dua orang kakaknya menjadi anggota Polri di Polda Merauke dan Brimob Merauke.

Anak bungsu dari lima bersaudara ini, memulai karir sebagai Bintara Polri setelah lulus dari SMA Negeri 3 Sukoharjo, tahun 1994-1995. Kali pertama ia bertugas di Polres Wonogiri hingga saat ini. Sejak saat itu hingga saat ini seluruh fungsi kesatuan sudah pernah dijalaninya. Dari pengalaman itulah ia merasa bersyukur karena diberi amanah sebagai Kanit Laka.

Jabatan sebelumnya yang pernah diemban adalah sebagai anggota Sabhara, staf Bendahara Kesatuan (Bensat) Binmas, Anggota Sat Reskrim, Kanit Polsekta, Kanit Turjawali, Kanit Patwal, Kaurbinops Sat Lantas, dan kini sebagai Kanit Laka. “Jadi polisi itu gagah,” ujasnya singkat. Motifasinya tidak lain, ia ingin beribadah melalui profesinya saat ini.

Pria asal Weru Sukoharjo dikaruniai seorang sitri Ine Irawati Amd (35) asal Sragen yang bekereja sebagai pedagang pakaian di pasar Wonogiri Kota. Surono dikaruniai dua orang anak Senia (13) dan Bilgis Zahro Azzahro (6). Universitas Islam Bhakti Surakarta. Pendidikan yang pernah dilalui adalah Perwira Lantas (Palantas) 2010 dan kuliah hukum di Universitas Islam Bathik Surakarta.

Surono memegang prinsip berkerja menjalani alur kebijakan pimpinan, di manapun dan kapapun tugasnya sebagai polisi dijalankan dengan baik, amanah, dan kerjakan sebaik baiknya. “Amanah itu itu harus kita jalankan dengan baik sesuai petunjuk Allah,” ujar Surono. Baginya tidak ada pekerjan menyedihkan.

Semua pekerjaan menurutnya menyenangkan. Karena pekerjaan adalah anugarah. Terlebih mencari pekerjaan relatif sulit. Karena itu ia selalu mengerjakan tugas sebaik baiknya. Surono selalu bersyukur dan menikmati semua tugas pekerjaannya. Dengan bersyukur ia yakin Tuhan akan memberikan lebih yang terbaik. Tentu disertai dengan doa dan usaha yang jujur. Antara lain ia selalu bangun seperempat malam untuk melaksanakan shalat tahajud dan shalat dhuha pada pagi hari.[[email protected]]

 

error: Content is protected !!