Tak kuat tahan lapar dan haus pingsan

0 54
Salah satu korban upacara Harkitnas dan Hari Jadi Wonogiri-Foto:bagus

infowonogiri.com-WONOGIRI-Salah satu rangkaian hari jadi Kabupaten Wonogiri ke 271 adalah upacara Hari Jadi Kabupaten Wonogiri yang dibarengkan dengan upacara Hari Kebangkitan Nasional ke 104, Senin (21/5) di Stadion Pringgondani Wonokarto Wonogiri.

Upacara dipimpin langsung oleh Bupati Wonogiri H Danar Rahmanto sebagai pembina upacara. Upacara tersebut diikuti oleh pelajar, SMP Negeri 1, SMPN 2, SMPN 3 dan SMP N 4, SMA Negeri 1, SMA Negeri 2, SMA Negeri 3, SMK Negeri 1 Wonogiri, Kantor/Dinas /Bagian SKPD Pemda Wonogiri. Hadir pula pejabat Muspida Kabupaten Wonogiri.

Peserta upacara berdiri di lapangan dibawah terik sinar matahari langsung. Diduga tidak kuat berdiri lama dan dibawah hawa panas puluhan pelahar SMP jatuh pingsan. Jumlah korban mencapai puluhan, kebanyakan pelajar SMP dan sebagian sedikit pelajar SMA.

Antara lain Fadil, Kresna, Rio, Riesta, Dewi, Chika, Mitasari, Septiningtyas, Tyasmin, Nurul, Kustanti, Ratiwu, Dwi, Prabowo, Elfin, Sinta, Dewa, Aris, Danang, Ilham Bayu, Srigita, Agustina, Issabella, Lita, Sony, Dwi, Annisa, Thomas, dan Dian Pramesti.

Lalu ada lagi Halimatus, Eko Widhi, Yudhistira, Nurul, Mikhael, Rio Krisna, Musa, Malika dan beberapa nama yang tidak sempat terdata. Mereka adalah barisan yang berdiri di sektor Selatan, sedangkan yang disektor timur dan utara belum terdata.

Fadil, salah satu peserta yang pingsan setelah sadar mengatakan ia tidak kuat menahan lapar. “Saya lapar, saya tidak kuat menahan lapar” ujar Fadil. Loh memang belum sarapan? “Sudah tapi tetap lapar, pokoke ora kuat nahan lapar,” ujarnya.

Mereka ditangani oleh PMI Wonogiri dan dokter IGD RSUD Wonogiri yang bertugas di Stadion. Menurut dr Wahyu, penyebab pingsan, secara medis dikarenakan kepala tersengatan matahari dalam waktu lama, sehingga darah turun menumpuk di kaki. Karena tidak kuat, maka terjadilah pusing dan pingsan. [[email protected]]

error: Content is protected !!