Pelari Halilintar Salatiga Raih Piala Kemenpora

0 81
Penyerahan medali dan hadiah untuk pemenang Kejurnas Lari 10 K

infowonogiri.com – WONOGIRI – Pelari asal Club Halilintar Salatiga Kamid Soiman berhasil menjadi yang tercepat pada Kejuaraan Nasional  Lari 10 K di Wonogiri, Minggu (13/5) dengan menempuh waktu 32 menit 13 detik. Dengan demikian Kamid berhak membawa pulang Piala Menpora RI pada kelas kelompok Pelari Nasional.

Juara kedua diraih pelari asal Migas Cepu Ari Suandana 32 menit 15 detik dan disusul Oktavianus dari Batalyon 411 Kostrad sebagai juara ketiga dengan satu setengah dibelakangnya. Juara keempat Abdul Rosyid (Lokomotif Sala Tiga), Tribus Tauho (Salatiga), Sutrsino (Migas Cepu). Pada kelas kelompok pelari lokal, Imam Kristiawan (Gunungseribu) berhasil menjadi juara ke I dengan jarak tempuh. Juara kedua pada kelompok yang sama diraih Wawan Ardiansyah.
Pada kejuaraan ini jua dipertandingkan untuk kelompok Persatuan Atletik Master Indonesia (PAMI). Juara I Kelompok PAMI diraih oleh Suwandi mantan pelari nasional warga keturunan Thionghoa yang bernama Lio Ho Liang asal Club Kabupaten Cilacap, dengan menempuh waktu 43 menit 32 23 detik.
Kejuaraan kali ini juga diikuti oleh belasan pelari cilik, baik dari lokal Wonogiri maupun dari luar kota. Dari Kecamatan Manyaran Wonogiri menurunkan lima pelari. Dua diantaranya pelajar SD Kepuhsari 3 Manyaran Agustiawan (10) dan Hendi Anggoro (10) Kelas 5 SD Punduhsari 2. Katijo SPd selaku guru Penjaskes SD Kepuhsari 3 mengemukakan, muridnya berhasil mencapai finis dengan waktu 45 menit.
“Ini baru permulaan, latihannya belum maksimal. Karena kita minim informasi, awalnya kita dengan tidak tahu bawha lomba lari ini bisa diikuti oleh pelari anak anak, ternyata belakangan anak anak juga disediakan husus,” ujar Katijo didampingi dua pelari dan orang tuanya. Orang tua pelari, sedikit kecewa, meski anaknya berhasil mencapai finish namun tidak mendapatkan hadiah dorprize. Sementara pelari cilik asal luar kota yang mencapai finis mendapatkan hadiah dorprize.
Sarko secara terpisah meminta maaf kepada peserta. Sarko membenarkan banyak peserta yang mencapai finish khusus untuk pelari anak anak tidak mendapatkan hadiah dorprize. “Padahal hadiah masih ada 30 bingkisan yang tidak terbaikan karena panitia dan protokoler kewalahan,” ujarnya.
Sarko sendiri mengaku kecewa sebagai ketua panitia Kejurnas Nasional 10 K kali ini. Menurutnya pemerintah pusat maupun daerah kurang mendukung Kejurnas Lari 10 K. Bahkan menurutnya cabang lari Marathon terancam hilang tidak dipertandingkan lagi di Indonesia. Sebab lari dengan jarak tempuh 42,195 Km (marathon) jarang dipertandingkan.
“Kejurnas 2012 ini pemerintah pusat, propinsi dan daerah tidak memberikan perhatian. Padahal ini Kejurnas kali ke 13. Nomor Marathon juga lambat laun akan hilang kalau tidak ada perhatian dari pemerintah Pusat,” ujarnya. Sarko mengaku mendapatkan informasi, Desember mendatang cabang Maraton piala Presiden akan digelar. Jika Wonogiri ingin menggelar Kejunas Piala Presiden maka pengurus PASI Wonogiri dan Jateng harus berjuang agar Kejurnas Marathon tersebut digelar di Wonogiri. [[email protected]]
error: Content is protected !!