Pasangan Kumpul Kebo Dipermasalahkan Warga

0 80
Lastri dan Widodo pasangan kumpul kebo di Polsek Ngadirojo

infowonogiri.com-NGADIROJO-Diduga menjalin hubungan tanpa ikatan pernikahan alias kumpul kebo, Widodo (28) dan Lastri (26) dipermasalahkan penduduk warga Desa Kerjo Lor Kecamatan Ngadirojo. Widodo adalah warga Dusun Kerdu Desa Kerjolor Kecamatan Ngadirojo. Sedangkan Lastri adalah warga Dusun Tukluk Desa Kerjolor Kecamatan Ngadirojo.

Widodo dan Lastri didatangkan ke Kantor Polsek Ngadirojo, Minggu (13/5) hingga Senin (14/5) dini hari. Puluhan pemuda dan perangkat Desa pun mendatangi Kantor Polsek Ngadirojo untuk meminta bantuan polisi agara menangani masalah tersebut.

Tampak Kadus Kerdu Jumadi yang juga merangkap sebagai Kadus Tukluk datang ke Mapolsek bersama belasan pemuda karangtaruna setempat. Istri Widodo juga tampak hadir, dan turut emosi memarahi suaminya.

Kapolres Wonogiri AKBP Ni Ketut Swastika SIK melalui Kapolsek Ngadirojo AKP Darmanto SH, mengemukakan bahwa Widodo sudah mempunyai istri dan tiga orang anak. Istrinya bernama Waginem (37). Sedangkan Lastri statusnya juga mempunyai suami bernama Rahmat (38) tukang cukur yang membuka usaha di Kerdukepik Giripurwo Wonogiri Kota.

Namun hubungan Lastri dengan Rahmat sedang tidak akur lagi. Rahmat dinilai sebagai lelaki tidak bertanggungjawab, karena telah meninggalkan Lastri selama 2,5 tahun, tanpa memberikan nafkah lahir dan bathin. Karena itu, Lastri menuntut Rahmat untuk menceraikannya. “Lastri sudah mendaftarkan perceraian ke Pengadilan Agama tetapi belum putus,” ujar Kapolsek.

Perkara tersebut sampai ke kepolisian, berawal sekira pukul 20.00 WIB, Minggu (13/5) Widodo datang ke rumah Lastri. Kedatangan Widodo ke rumah Lastri bukan kali pertama, melainkan telah berulang-ulang. Bahkan hubungan Widodo-Lastri terjalin telah sejak setahun lebih. Kedatangan Widodo ke rumah Lastri dipermasalahkan warga.

Sejumlah warga dan perangkat Dusun setempat mendatangi Widodo di rumah Lastri. Padahal Widodo dan Lastri, dulu juga sudah pernah diperkarakan oleh warga, karena menjalin hubungan tanpa nikah. “Dulu Widodo pernah disanksi adat wajib membayar denda 15 rit batu, namun Widodo belum membayar denda itu,” katanya.

Semalam, warga mendatangi  Widodo di rumah Lastri untuk menagih denda 15 rit batu, namun Widodo juga belum sanggup membayar denda tersebut. Kemudian warga membawa masalah itu ke kepolisian. Widodo dan Lastri serta keluarganya juga didatangkan ke Mapolsek Ngadirojo.

Widodo dan Lastri membenarkan ia menjalin hubungan gelap. Widodo beralasan, istrinya tidak lagi sayang dan tidak pengertian terhadap dirinya. Sedangkan Lastri beralasan, bahwa hubungan dengan Rahmat sudah pisah ranjang. “Saya sedang menuntut cerai suami saya karena suami saya tidak tanggungjawab,” katanya.

Kapolsek menambahkan, masalah tersebut tergolong delik aduan. Sejauh ini belum ada pihak yang dirugikan melaporkan ke Polsek. Sehingga masalah tersebut belum diproses. Sedangkan masalah sanksi denda batu sebanyak 15 rit itu adalah sanksi adat penduduk setempat. “Kita hanya bisa menangani jika ada laporan, karena ini delik aduan,” jelas Kapolsek. [[email protected]]

error: Content is protected !!