Korban Laka Maut Bertambah menjadi 9 Orang

1 98
Tempat Kejadian Perkara Laka Maut-foto:bagus

infowonogiri.com – WONOGIRI-Kecelakaan lalulintas menewaskan sebanyak Sembilan (9) orang penumpang (sebelumnya 7 Orang ) rombongan pemotretan e-KTP (KTP Elektronik) di Kecamatan Batuwarno, Jumat (4/5) kemarin. Sebanyak 22 orang lainnya luka berat (LB) dan luka ringan (LR).

Kecelakaan itu terjadi di jembatan Jamprit Dusun Jamprit RT 2/3 Desa Belikurip Kecamatan Baturetno (perbatasan Batuwarno). Mobil penyebab maut itu adalah Kijang pikap AD 1776 JS yang dikemudikan oleh Kasimin (47) warga Dusun Bibit, Desa Sedangsari, Kecamatan Batuwarno.

Kasimin selamat, namun istrinya Narti (35) dan anaknya meninggal dunia (MD). Sehingga total jumlah penumpang yang MD ada sembilan (9) orang. Semua penumpang MD adalah warga sekampung, yaitu warga Dusun Bibit RT 1 RW 2, Desa Sedangsari, Batuwarno.

korban kecelakaan maut-foto:bagus

Korban MD adalah Sarti (60) Warmi (54), Katijem (57) Samino (65), Bejo (45) Suyat (65), Yanuar Ardi Nugroho (2) anake ragil Kasimin (supir), Parjo (65) dan Narti (30) istri supir. Kronologis KBM pikup membawa penumpang sebanyak 30orang. Mayoritas penumpang dewasa, berusia lanjut/tua-tua.

Mereka berangkat sekira pukul 07.00 WIB dari Desanya ke Kantor Kecamatan Batuwarno untuk pemotretan foto e-KTP. Mereka menumpang bak terbuka. Perjalanan berangkat ke kantor Kecamatan selamat, tampa ada halangan.

Namun sampai pukul 13.00 WIB pemotretan belum dilaksanakan karena mesin pemotretan mengalami kerusakan. Mereka bersepakat pulang, menunda pemotretan pada kesempatan hari yang lain. Kepulangan mereka mampir ke pasar Baturetno, dengan tujuan sekalian belanja.

Belum sampai tujuan, kecelakaan itu terjadi. Dalam posisi jalan menurun menikung sepanjang 1 KM dari arah Batuwarno ke Baturetno, mobil mengalami rem blong. Laju mobil tak tekendali. Sampai terjadilah kecelakaan itu. Mobil menabrak pembatas tepi jalan sisi utara dan mobil tumpah di tengah jembatan Jamprit.

Mobil munyer terbalik hingga seluruh penumpang tumpah tertindih bodi mobil. Saking kerasnya benturan, mobil yang semula dari berjalan arah barat berbalik ke arah timur dengan posisi terbalik, kembali menghadap ke timur. Lima orang tumpah tertindih mobil dan sedangkan lainnya tumpah ke sungai sedalam lima meter.

 Dua orang dilaporkan tewas di lokasi. Enam orang tewas dalam perjalanan ke rumah sakit tidak lama setelah kejadian. Belasan penumpang lainnya luka berat dan ringan. Korban LB dilarikan ke Rawat Inap Baturetno dan dirujuk ke Wonogiri dan Solo. Namun korban LB dan LR belum dapat diketahui namanya.

Kapolres Wonogiri AKBP Ni Ketut Swastika melalui Kasatlantas AKP Joeharno mengemukakan, penyebab kecelakaan dipastikan karena mengalami rem blong. “Ini lakalantas tunggal. Penyebabbya karena mobil mengalami rem blong atau rem tidak berfungsi dengan baik,” ujar Joeharno.

Kasatlantas menurut saksi, peristiwa tersebut sangat mengerikan. Menjelang TKP sekira 300 m ke arah TKP, penumpang menjerit histeris karena mengetahui sopir mobil tersebut panik. Sopir mengatakan remnya tidak berfungsi baik.

“Sopirnya ngomong remnya blong. Kemudian mobil oleng, sampai TKP menghantam jembatan, seluruh penumpang terlempar,” ujar Kasatlantas. Menurut hasil olah TKP anggotanya total MD di TKP ada 2, 7 lainnya dalam perjalanan ke RS dan di RS. Sedangkan 18 lain LB dan LR. [[email protected]]

error: Content is protected !!