Penipu Mete Rp.709 Juta Akhirnya Dibui

2 114

infowonogiri.com – JATISRONO -Pengusaha ternama Hj Suparmi als Menuk (55) asal Desa Gunungsari Kecamatan Jatisrono terpaksa harus meringkuk sebagai tahanan Kejaksaan Negeri Wonogiri pertengahan April ini, setelah berbulan bulan bebas karena tidak ditahan pihak penyidik.

Pasalnya pemilik Gudang Mete cukup besar di Jatisrono itu telah cukup bukti melakukan serangkaian tindak pidana penipuan kacang mete senilai Rp.709 juta. Korbannya pengusaha Alfred Marthin Dethan dan Frans Anda Sugih warga Jakarta, yang menyewa gudang mete di Jatisrono.

Kepala Kejaksaan Negeri Wonogiri Muhaji melalui Kasipidum Andreas Yudhotomo alias Tomy mengemukakan, penipuan itu terjadi antara Maret hingga Agustus 2011 silam. Modunya, dengan tersangka dengan rangkaian bujuk rayu mengambil kacang mete di Gudang Mete Jatisrono.

Saat mengambil mete di gudang, Menuk kepada saksi penjaga gudang Dwi Emy Sutarti ST mengaku sudah menyampaikan kepada korban. Dalihnya membeli mete dengan cara mengambil terlebih dahulu bayar belakangan. Namun tidak membayar lunas, dan itu terjadi berulang kali.

Kesal dan merasa telah tertipu, pihak korban melaporkan ke pihak kepolisian Jatisrono. Oleh Polsek Jatisrono laporan tersebut ditindaklanjuti dengan penyidikan. “Sesuai pasal 21 ayat 4 KUHAP yang bersangkutan kita tahan sejak beberapa hari lalu,” ujar Tomy.

Tomy menjerat Hj Menuk dengan pasal 378 KUHP tentang penipuan. Saksi korban Dwi Emy Sutarti ST adalah warga Ngemplak RT 34 RW 3 Bulakrejo Jatisrono sudah dimintai keterangan. Kini tinggal menunggu pelimpahan perkara ke Pengadilan Negeri Wonogiri.[[email protected]]

 

error: Content is protected !!