Kepala KUA Juga Diadukan Jalin Hubungan Khusus

0 61

infowonogiri.com -WONOGIRI-Kasus laporan penipuan yang dilakukan oleh Kepala KUA Kecamatan Bulukerto Joko Lelono bukan sebagai perkara penipuan biasa. Lelaki yang baru saja bergelar Haji tahun ini, itu ternyata terindikasi kuat terlibat jaringan penipuan berkelas nasional.

Terjadi tidak hanya di Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Wonogiri, tetapi juga lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten. Indikasinya Joko Lelono melibatkan oknum BKD Kabupaten Sragen, berinisial Tm dan pejabat di Pemerintah Pusat, Sw.
Kepala Kemenag Kabupaten Wonogiri H Saprudin tidak menampik kemungkinan tersebut. “Saya pernah memanggil dia ke sini (kantor ruang Kepala Kemenag), dia bilang kerjasama dengan staf BKD Kabupaten Sragen,” ujar H Saprudin didampingi stafnya.
*Dengan Novi Korban Penipuan CPNS.
Disisi lain, Saprudin mengakui pernah didatangi oleh istri Joko Lelono, berinisial Ist (45) warga Jl Yos Sudarso 30 A Wonokarto Wonogiri. Waktu itu, Ist kepada atasan, mengadukan bawha suaminya ada hubungan “khusus” dengan Novi korban penipuan yang dijanjikan diangkat menjadi CPNS di Kemenag.
“Istrinya bercerita banyak soal Joko Lelono, dia curiga suaminya menjalin hubungan husus dengan Novi warga Bulukerto. Indikasinya suaminya sering tidak pulang, dan banyak hal lainnya,” ujar Saprudin.
Namun, Ist tidak mau melaporkan Joko Lelono secara resmi. Karna Ist takut dengan suaminya, dan masih sayang. Sehingga Saprudin sebagai atasannya menganggap hal itu sebagai curhat saja. Meski demikian, Saprudin tetap mengundang Joko Lelono untuk mengklarifikasikannya, namun Joko Lelono membantah tuduhan itu. Alasannya, Joko Lelono menjalin hubungan bisnis dengan Novi.
Saprudin menilai Joko Lelono terlalu percaya diri (PD), meski ada masalah besar, dia tetap biasa seolah tidak ada masalah. “Sejatinya dalamnya dia keropos tidak ada apa apanya, selain itu dia Ndablegnya luar biasa,” kata Saprudin.
*Atasannya sebut kasusnya sudah melebar dan berat.
“Perbuatan Joko Lelono jelas jelas mencoreng institusi, logo itu di depan “Iklas Beramal”, korban dia juga ada orang dalam,” tambahnya. Meski demikian, pihaknya menginginkan agar masalah Joko Lelono segera tuntas agar ada kejelasan, sehingga tidak menimbulkan pertanyaan dan kecurigaan.
Asal tahu, Joko Lelono diadukan ke Polisi karena menipu Aris dan Novi warga Dagangan Ngaglik Bulukerto, modusnya menjanjikan keduanya diangkat dari tenaga honorer di Dinas Pendidikan Kabupaten dan Kemenag Wonogiri menjadi PNS. Akibat penipuan itu, keduanya merugi Rp.20 juta lebih. [[email protected]]
error: Content is protected !!