Kades Jaten Diduga Selewengkan PAD Ratusan Juta

3 78

infowonogiri.com – WONOGIRI – Kades Jaten Edi Broto Mulyono diduga telah melakukan penyelewengan uang kas Pendapatan Asli Desa (PAD) Desa Jaten Kecamatan Selogiri. Besar uang yang diselewengkan mencapai sekitar Rp.180 juta. Dana tersebut adalah uang hasil lelang tanah bengkok (tanah kas Desa Jaten) seluas 50 Bahu pada periode 2011.

Terungkapnya kasus tersebut menjelang dilakukan perhitungan Anggaran Pendapatan Belanja Desa (APBDes) awal 2012 lalu. Dalam pembukuan terdapat selisih anggaran PAD 2011/2012 sekitar Rp.136 juta. Ternyata uang itu digunakan oleh Kepala Desa Jaten untuk kepentingan pribadi. Masalah tersebut kemudian dilaporkan ke Pemerintah Kecamatan Selogiri dan Pemdes Wonogiri.

Camat Selogiri Bambang Haryanto sudah dikonfirmasi wartawan ini, namun dia mengaku tidak mengetahui persis nominal uang kas desa yang digunakan oleh Kades Jaten. Perkiraanya mencapai sekira Rp.200 juta. “Masalah duit kita tidak tahu angkanya. Camat tidak berwenang menindak. Kita sudah kordinasi dengan Kabupaten dan inspektorat,” kata Bambang.

Bambang mengaku sudah mengkomunikasikan dengan tokoh masyarakat. Rencananya ada upaya penyelesaian dengan mengembalikan yang itu ke Kas Desa. Dari totak sekira Rp.200 juta, sebagian telah dikembalikan. Kini tersisa sekira Rp.97 juta saja.  “Kami sudah melakukan pembinaan, Alasan yang besangkutan untuk mengatasi hama wereng sawah miliknya,” ujarnya.

Perkara itu juga sudah ditangani oleh Kepala Bagian Pemerintahan Desa Sriyono. Sriyono melalui Sumarjono mengemukakan, Tim Pemdes sudah turun melakukan klarifikasi ke Kades dan staf Kantor Desa Jaten. Perkara itu akan segera dilaporkan ke Bupati. “Uang lelang tahun 2011 diduga digunakan untuk kepentingan pribadi,” ujar Sriyono melalui Jono.

Terpisah Kades Jaten Edi Broto Mulyono mengakui telah menggunakan uang kas Desa. “Saya bon ke kas Desa untuk cocok tanam, sekarang tersisa Rp.97 juta, akan saya kembalikan,” ujar Edi. Selain untuk bercocok tanam, ia mengaku uang itu digunakan untuk membiayai kuliah dan sekolah empat anaknya. Edi berjanji akhir April akan membayar kekurangannya. Edi kini tengah menawarkan rumah dan pekarangan orang tuanya untuk dijual. ([email protected])

 

error: Content is protected !!