Dua Dusun Terendam Banjir Akibat Sungai Bawah Tanah Tersumbat

0 56

infowonogiri.com-GIRITONTRO-Lagi, bencana alam banjir kembali melanda wilayah pegunungan di Wonogiri. Sejak Kamis sore (5/4) sebanyak 29 rumah warga di Dusun Punung dan Dusun Mulwosari Desa Jatirejo Kecamatan Giritontro terendam banjir. Banjir serupa sebelumnya dialami puluhan warga Dusun Gunungan Desa Wonodadi Kecamatan Pracimantoro.

Informasi dari Kecamatan Giritontro dan pejabat Kesbangpolinmas Wonogiri mengemukakan, banjir tersebut terjadi sejak Kamis siang sekitar pukul 15.00. Ketinggian air mencapai 1,6 Meter.

Penyebabnya hari itu terjadi hujan deras hingga pukul 18.00. Air hujan tersebut tidak bisa mengalir ke sungai bawah tanah, karena Luweng satu-satunya di Desa setempat mampat. Warga berusaha mengungsi dan menyelamatkan harta benda dan hewan piaraan. Tidak ada korban jiwa dan tidak ada kerugian yang berarti.

Camat Giritontro Kuswandi melalui Sekcam Joko Waluyo menduga luweng tersebut tertutup akibat ulah warga sendiri. “Banjir ini akibat ulah warga sendiri. Luwengnya ditutup dengan bebatuan, akibatnya lambat laun sampah dan lumpur menyumbat luweng itu. Air jadi tidak bisa mengalir ke Luweng,” ujar Joko Waluyo, Jumat (6/4) petang.

Luweng ditutup sejak warga penduduk setempat menambang bebatuan jenis “Batu Platar” untuk dijual ke luar daerah. Batu Platar bukan untuk bahan baku pembangunan. “Tapi saya belum tahu batu platar itu apa, yang jelas dijual ke daerah lain,” ujarnya. Lokasi Luweng, persis berdekatan dengan rumah Sukimin warga setempat.

Dibeberkan, 29 rumah warga yang terendam terdiri dari 20 penduduk RT 01 dan RT 02 RW 02 dan sembilan rumah di Dusun Mulwosari. Warga Dusun Punung adalah Parman, Tukijan, Tukinem Rondo, Suroso, Samino, Sutadi, Tukinah, Mukimin, Sukiman, Suyoto, Kitar, Parti, Mulyadi, Gimin, Paimin, Lasio, Poniran, Tukiran, Simin, Paryati.

Warga Dusun Mulwosari adalah Sukiman, Gitu, Tardi, Lardi, Wagiman, Tugimin, Sarto, Siwar dan Wakino. Menurut Joko, dalam peristiwa banjir tersebut tidak ada korban jiwa. Sebab warga setempat sudah mewaspadai sejak terjadi hujan deras. Sehingga saat air meninggi, mereka sudah mengungsi dan memindahkan harta benda berharga. “Tidak ada korban jiwa maupun kerugian materi,” ujarnya.  

Menyikapi laporan tersebut, Pemerintah Kecamatan Giritontro sudah mengambil langkah kongkrit. Antara lain membantu bekerja bhakti yang dilakukan warga, yaitu membuat saluran air genangan agar mengalir ke tempat lain. Selain itu, Kesbangpolinmas, Dinsos, PMI, SAR dan Muspika Giritontro datang menyerahkan bantuan sembako, obat-obatan, alat-alat medis dll. ([email protected])

error: Content is protected !!