Diduga Penipuan Kepala KUA Dilaporkan Ke Polisi

0 93

infowonogiri.com – BULUKERTO – Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bulukerto Joko Lelono warga Jl Gatot Subroto 30 A Wonokarto Wonogiri, dilaporkan ke Polisi karena diduga telah melakukan serangkaian penipuan terhadap dua orang yakni Aris dan Novi, keduanya adalah warga Dusun Dagangan Desa Ngaglik Kecamatan Bulukerto. 

Akibatnya, Aris dan Novi menderita kerugian sekira Rp. 20 juta. Modusnya, Joko Lelono menjanjikan kepada Aris dan Novi menjadi Pegawai Negeri Sipil di Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Wonogiri dan Dinas Pendidikan Kabupaten Wonogiri.

Kapolres Wonogiri AKBP Ni Ketut Swastika melalui Kapolsek Bulukerto AKP Kasimin menjelaskan, bahwa  Aris adalah tenaga guru wiyata bahkti di SDN Desa Ngaglik Kecamatan Bulukerto. Sedangkan Novi karyawan magang di Kemenag sejak Agustus 2011.

Namun ternyata janjinya palsu. Aris dan Novi tak kunjung diangkat menjadi PNS. Maka keduanya memilih jalur hukum untuk menyelesaikan pekaranya. Kasus tersebut kini tengah disidik di Mapolsek Bulukerto. Sejak tahun 2011 hingga 2012, Aris dan Novi belum diangkat menjadi PNS.

Joko Lelono telah ditetapkan sebagai tersangka pelanggaran pasal 378 KUHP tentang penipuan. “Sesungguhnya Joko Lelono sudah akan mengembalikan uangnya ke kedua korban, namun karena orang tuanya sudah melaporkan ke polisi, kedua korban tidak mau menerima uangnya, orang tuanya memilih perkaranya dilanjut, ” terang Kapolsek Bulukerto Kasimin.

Dijelaskan, pelapor dalam perkara itu adalah orang tua Aris dan Novi, yaitu Daryatmi (45) warga Dagangan Ngaglik Bulukerto. Novi dan Aris adalah kakak beradik. Dalam penyidikan perkara tersebut, Kapolsek telah mengamankan Surat Keterangan Pegawai Tidak Tetap atas nama Novi.

Polisi juga sudah memintai keterangan tujuh orang saksi. Ketujuh saksi itu adalah keluarga pelapor Daryatmi, Novi dan, Aris. Lalu Waluyo staf KUA Bulukerto, Tomy seorang PNS di Kabupaten Klaten, Supri warga Kabupaten Magetan, orang yang disuruh Joko Lelono untuk mengembalikan uang kepada pelapor, dan satu staf Kemenag.

Joko Lelono sudah dikonfirmasi melalui telpon. Namun yang bersangkutan tidak mau memberikan keterangan kepada wartawan. Alasannya perkaranya sudah diserahkan ke Penasehat Hukumnya. “Perkara ini sudah saya serahkan ke Pengacara,” ujarnya sembari menyebutkan pengacaranya adalah Gunanto. [[email protected]]

error: Content is protected !!