SBY Tegaskan Pernah Turunkan Harga BBM

0 39

infowonogiri.com-JAKARTA-Presiden Susilo Bambang Yudhono (SBY) sabtu (31/3) malam menegaskan bahwa pemerintahan yang dipimpin olehnya adalah satu-satunya yang pernah menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM).  Hal tersebut disampaikan dalam pidatonya dalam menanggapi keputusan DPR RI mengenai Anggaran Pendapatan dan  Belanja Negara Perubahan 2012 di Istana Negara.

SBY menjelaskan selama masa pemerintahannya telah menurunkan harga BBM sampai tiga kali. “Dalam era saya, tiga kali kenaikan dan tiga kali penurunan harga BBM”ungkap SBY.

Menurutnya sejak bangsa Indonesia merdeka, harga BBM bersubsidi  telah sebanyak 38 kali mengalami kenaikan harga, termasuk tujuh kali pada era reformasi setelah masa orde baru.

Menurutnya, sebelum menaikan harga BBM pemerintah telah mencari pilihan-pilihan lain untuk meringankan beban anggaran pemerintah. Dan kenaikan harga BBM adalah pilihan langkah terakhir dengan segala pertimbangan.

SBY mengaku sangat tau betul akan dampak perubahan harga BBM di masyarakat.”Sebagai pemerintah yang pernah menaikkan dan menurunkan harga BBM. Saya sangat tau betul akibatnya terhadap Rakyat Indonesia. Kenaikan harga BBM dilakukan jika benar-benar terpaksa,” katanya.

Presiden juga menjelaskan jika ada lonjakan harga minyak mentah, pemerintah akan mempertimbangkan enam bulan terakhir apakah perlu ada perubahan harga BBM atau belum.”Jika terjadi lonjakan harga minyak.pemerintah akan uji tarik mundur enam bulan terakhir, apakah di perlukan menaikkan harga atau belum, atau bahkan tidak perlu. Pemerintah yang saya pimpin akan taat asas UU,” ujarnya.

Pertemuan Presiden dengan para menteri ini menanggapi hasil Rapat Paripurna DPR RI terkait isu kenaikan BBM yang  santer diberitakan  akan di berlakukan pada 1 paril 2012 besok. Namun hasil votting memutauskan menerima tambahan pasal 7 ayat 6A sehinggan BBM batal naik. Dalam klausul tambahan APBN 2012 memberikan peluang pemerintah untuk menaikkan atau menurunkan harga BBM jika harga minyak mentah Indonesia mengalami kenaikan atau penurunan rata-rata 15% dalam kurun waktu 6 bulan terakhir. ([email protected])

error: Content is protected !!