Polisi Libatkan Tim Indenden Terkait BMT Al Furqon Giritontro

0 42

infowonogiri.com-WONOGIRI-Kasus dugaan penggelapan dana milyaran rupiah milik nasabah Koperasi Syariah Al-Furqon Kecamatan Giritontro hingga kini belum ada tanda-tanda akan tuntas. Padahal kasus itu dilaporkan ke Polres sejak Juni 2011 silam.

Ternyata pihak kepolisian belum bisa menentukan berapa jumlah nasabah yang dirugikan dan berapa jumlah uang yang diduga digelapkan pengurusnya. Dalam rangka mengungkap kasus tersebut, Polres Wonogiri menggandeng Lembaga Akuntan Publik (LAP) Rahmat Wahyudi Solo.

Hal itu dikemukakan Kapolres Wonogiri AKBP Ni Ketut Swastika, S.I.K, melalui Kasatreskrim AKP Sugiyo, S,H, Kamis (1/3) lalu di kantornya. “Kita libatkan lembaga indpenden Rahmat Wahyudi dari Solo untuk mengaudit jumlah kerugian yang ditanggung anggota,” ujar Sugiyo.

Menurutnya, belum lama ini (LAP) Rahmat Wahyudi menggelar intern hasil sementara audit yang telah dilakukannya. Namun hasilnya belum disampaikan LAP Rahmat Wahyudi kepada pihak kepolisian.

“Hampir setahun tangani masalah ini, saksi-saksi sudah dipanggil, pengurus lama maupun yang baru sudah dipanggil, tapi kita kerepotan karena data dan pembukuannya tidak lengkap. Malah sekarang pengurusnya sudah ada yang menigggal,” tandas Sugiyo didampingi penyidik Mulyono.

Polisi mencurigai, ketidaklengkapan data dan pembukuan dicurigai sebagai kesengajaan dari pengurus Koperasi Syariah Al Furqon. Pengurus lama maupun baru, tidak pernah mengaudit. Audit pernah dilakukan oleh tim yang diajukan pengurus Al Furqon, tetapi kemudian mengundurkan diri.

Penyidik kepolisian berpendapat jika hasil audit sudah kelar, baru polisi bisa menetukan arah kemana penyidikannya, penggelapan atau korupsi. “Kita belum tahu jumlah kerugian dan siapa yang dirugikan,” ujarnya.

Menurut kepolisian, kendala auditor data dan pembukuan koperasi tidak lengkap. Kepolisian mencurigai disengaja pengurusnya. “Tanggung jawab pengurus tidak jelas. Saling menuduh tetapi tidak bisa menunjukan data dan buktinya,” ujar penyidik senior Muyanto.

Seperti diberitakan, Pengurus BMT Al Furqon Giritontro dilaporkan ke polisi oleh anggotanya yang merasa dirugikan sekira Rp.4 Milyar. Anggotanya terdiri dari warga sekitar Kecamatan Giriwoyo, Giritontro, Pracimantoro dan Paranggupito yang menabungkan uang ganti rugi pembebasan tanah Proyek pembangunan Jalur Lingkar Selatan Selatan (Pantusel). ([email protected])

error: Content is protected !!