Penimbun BBM Dikenai Wajib Lapor

0 57

infowonogiri.com-WONOGIRI-Tersangka kasus penimbun Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium (bensin), Agung Prihantoro (37) dan Sardi (45) bisa bernafas lega. Meski polisi telah menetapkan keduanya sebagai tersangka, namun Kapolres Wonogiri tidak menahan keduanya. Keduanya hanya dikenai wajib lapor.

Hal itu dikemukakan oleh Kapolres Wonogiri AKBP Ni Ketut Swastika, Kamis (29/3). Dikatakan sesuai Undang-undang Nomor 22 tahun 2001 tentang Minyak dan Gas (Migas) tersangka pelaku penimbun BBM tidak ditahan namun wajib lapor. “Tersangka tidak ditahan. Karena ancamannya kurang dari lima tahun, yakni hanya empat tahun,” katanya.

Hal yang sama juga diberlakukan terhadap dua orang karyawan PT Aqua Farm, yakni Sriyono (39) supir Aqua Farm warga Desa Sendang Wonogiri, dan Aris Setyono (35) karyawan warga Wuryorejo Wonogiri. Keduanya diamankan polisi saat mengangkut BBM jenis premium sebanyak 190 liter untuk industri perusahaan tempat keduanya bekerja.

Asal tahu tim Resmob Satreskrim Polres Wonogiri dan Polsek Wuryantoro berhasil membongkar timbunan BBM 1167 liter bensin di Wuryantoro dan Eromoko. Di Wonogiri Kota, tim mengamakan sebanyak 190 liter bensin yang dibeli oleh karyawan PT Aqua Farm, perusahaan karamba ikan di Waduk Gajah Mungkur (WGM) Wonogiri.

Barang bukti 1167 liter bensin adalah milik Agung Prihantoro (37) waga Eromoko. Agung dibantu oleh Sardi (45) warga Wuryantoro. Barang bukti BBM dan mobil AD 9372 QG sebagai angkutan juga diamankan. Sampai kemarin siang kemarin barang bukti BBM dan mobil masih diamankan di Mapolres.

Sementara Kasubag Humas AKP Supriyadi menambahkan, bawha Kapolres dan para Kasat dan Kabag menggelar rapat kordinasi dengan para pengusaha emas di lima distrik se Kabupaten Wonogiri, secara beramaan. Yakni di Wonogiri Kota, di Pracimantoro, Baturetno Jatisrono, dan Purwantoro.

Rakor dihadiri penggusaha SPBU dan toko emas Wonogiri. Disepakati pembelian BBM bersubsidi dibatasi untuk semua pembeli maksimal 50 liter perhari. Pembatasan berlaku sejak Rabu (28/3) hingga beberapa hari kedepan, sesuai surat edaran dari Bupati melalui Dinas Perindagkop dan UMKM.

 Selain itu, Kapolres telah mengerahkan sebagian anggotanya secara bergiliran melakukan pengamanan di setiap SPBU. Setiap SPBU dijaga oleh tiga personil. “Anggota kami bertugas satu kali 24 jam,” terang Supriyadi. Penjagaan dimaksudkan memberikan pengayoman dan keamanan terhadap masyarakat.

“Pengamanan dijaga terus sampai ada pengumuman resmi dari pemerintah. Penarikan penjagaan setelah ada ada perintah dari atasan. Petugas juga wajib mengecek stok tangki SPBU. Karena harus ada stok minimal 1.000 liter di tangki. Jangan sampai stok kosong,” jelasnya. ([email protected])

error: Content is protected !!