Pengakuan Dua Sejoli Pacaran SMP & SMA

0 52

infowonogiri.com-WONOGIRI-Pengakuan dua sejoli pasangan pelajar SMA dan SMP yang masih berpacaran mengejutkan kepolisian dan aktifis Aliansi Peduli Perempuan (APP) Wonogiri. Apa jadinya, dua pelajar belasan tahun, telah berhubungan intim sebanyak 15 kali, dalam kurun waktu kurang dari enam bulan, sejak berkenalan.

Adalah AM (18) pria kelas XII SMK Negeri di Wonogiri Kota, dengan pacarnya SN (16) siswi kelas VIII SMP Negeri di Wonogiri. AM adalah warga Dusun Ngasri Desa Giriwarno Kecamatan Girimarto. Sedangkan SN warga Dusun Klemut Desa Bulusulur Wonogiri. “Saya berkenalan mau enam bulan ini,” tutur AM di Mapolres Wonogiri.

AM menceritakan, ia kenal dengan SN Oktober 2011 lalu, di Taman Eko Daya Wilaga Wonogiri. Setelah saling kenal, keduanya kian akrab dan saling mengunjungi rumah masing-masing. SN rumahnya sekampung dengan tempat kos AM, di Bulusulur, Wonogiri.

SN pun kemudian diajak ke rumah AM di Girimarto, pada hari libur akhir pekan. Saat itulah keduanya kali petama berintim. “Rumahku sepi, kedua orang tuaku merantau. Saya tinggal bersama kakek dan nenek. Kakek dan nenekku sudah kurang pendengaran dan penglihatannya. Jadi tidak tahu, kalau saya pulang pacaran di rumah,” tutur AM.

AM mengakui, awalnya hanya pacaran biasa. Karena ada kesempatan, keduanya melanggar batas kewajaran. “Awalnya hanya sekali sebulan, beberapa bulan belakangan, seminggu bisa lebih dari sekali. Saya sudah 15 kali melakukan,” kata AM di hadapan polisi.

Kapolres Wonogiri AKBP Ni Ketut Swastika melalui Kasatreskrim AKP Sugiyo didampingi Kasubag Humas AKP Supriyadi mengemukakan, perbuatan keduanya sudah terlalu jauh. Karena keduanya masih pelajar belum cukup umur. Perbuatan itu melanggar Pasal 81-82 UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Hal yang sama dikemukakan oleh Aktifis Aliansi Peduli Perempuan (APP) Wonogiri Hj. Endang Maria. Keduanya menurutnya, adalah korban. Karena sama sama menyandang sebagai pelajar. Karena AM telah berumur 18 tahun, cernderung sebagai pihak yang dipersalahkan. Korbannya pihak perempuan, SN.

“Apa jadinya, pelajar SMP dan SMA pacaran terlalu jauh?” ujarnya. “Semua dirugikan. Pelaku dan korban sama sekolahnya terganggu,” tandas Endang. Karena itu, ia menyarankan agar orang tua, guru, tokoh agama dan masyarakat peduli mengajarkan moral agama untuk mereka.

Asal tahu, AM dan SN digropyok warga di kamar rumahnya dalam keadaan telanjang, Senin (13/3) malam silam. Mereka dikeler ke Polsek Girimarto, lalu diteruskan ke Ruang Penyidik Khusus (RPK) Polres Wonogiri. AM dijerat pasal 81-82 UU PA, ancaman maksimal 12 tahun penjara. (bsr)

error: Content is protected !!