Pedagang Baturetno Menolak Pungutan Liar

0 53

infowonogiri.com-BATURETNO-Dua pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di sekitar Pasar Kecamatan Baturetno mengaku resah menyusul pungutan liar terhadapnya. Kedua PKL itu bernama Marmo Tuminah (50) pedagang warung makan yang membuka lapaknya di sisi utara tempat sampah, atau sisi barat pasar.

Warga asal Dusun/Desa Patuk lor RT 01/02 Kecamatan Baturetno ini, mengaku dipunguti uang Rp.15.000, hingga Rp.25.000 sepekan sekali. “Saya sebenarnya keberatan, tapi bagaimana, saya takut kalau tidak mbayar, tapi kalau mbayar juga keberatan,” katanya, Jumat (8/3) kemarin.

Kedua adalah Katijo (45) dokter sol sepatu/sandal yang membuka praktek berjejer dengan Marmo Tuminah. Katijo dipunguti sebesar Rp.10.000 perpekan. “Awalnya kami menerima, tapi lama-lama terasa berat,” katanya. Yang memberatkan mereka, selain membayar pungutan, mereka juga tertib setiap hari harus membayar karcis retribusi pasar sebesar Rp.800 hingga Rp.1000,- perhari.

Kondisi berjualan saat ini menurut mereka juga sedang sulit mendapatkan untung banyak, sehingga pungutan itu kian menambah beban mereka. Mereka berjualan sejak 5 tahun lalu. Akhir-akhir ini mereka resah, pasalnya pungutan yang semula berkisar -hanya- puluhan ribu, kini besaranya pungutan meningkat menjadi Rp.100.000,- perbulan.

Adanya pungutan tersebut telah dilaporkan kepada Ketua PKL Baturetno, Joko Gendon. Joko menginformasikan, jumlah PKL di Baturetno ada 12 orang. Sebagian PKL tidak mempermasalahkan pungutan tersebut. Yang tidak keberatan dipunguti, alasanya berdasarkan kesepakatan antara PKL dengan pemungut.

Menurut Joko, pemungutnya adalah warga Desa Patuk lor RT 02/02 Kecamatan Baturetno berinisial HS. Joko Gendon mewakili PKL berharap agar tidak ada pungutan liar terhadap PKL. “Kasihan para PKL mas, mereka takut sampai gak jualan tiga hari ini,” katanya. Joko juga mengaku telah melaporkan ke Kecamatan dan Kepala Pasar setempat, sepuluh hari lalu. Namun belum ditanggapi.

“Kami ingin tidak ada pungutan liar. Masalah ini kami minta diselesaikan secara kekeluargaan. Jika dalam empat hari kedepan tidak diselesaikan, kami akan melaporkan ke pihak berwajib,” pungkas Joko. ([email protected])

error: Content is protected !!