Nyekar Tradisi Budaya Sebagian Masyarakat Wonogiri

0 91

infowonogiri.com-WONOGIRI-Tradisi nyekar masih dilakukan oleh sebagian kalangan masyarakat Wonogiri. Seperti yang dilakukan oleh Monitor Radio Hiburan Masyarakat (RHM) Wonogiri, saat memeringati hari ulang tahun ke dua tahun paguyuban Monitor RHM, (25/3) beberapa waktu lalu.  

Belasan orang mendatangi makam Alm RMH Supriyono di pemakaman umum Dusun Geneng Desa Purwosari Wonogiri. Supriyono adalah pendiri tunggal RHM, radio budaya Wonogiri tersebut. Supriyono meninggal dunia pada 26 Maret 2011 silam.

Sementara Monitor RHM didirikan pada 25 Maret 2010. Acara nyekar tersebut dipimpin oleh Mas Syam dan diikuti oleh pengurus Monitor RHM antara lain Sumo, Mbah Bentul, Mas Adi dan istrinya. Istri Alm Supriyono, Feny dan anak keduanya, Alfa juga turut nyekar.

Tradisi Nyekar, biasanya dilakukan oleh keluarga, kerabat dekat, atau handaitholan, dengan cara mendatangi makam orang yang dianggap sesepuh, tokoh agama, tokoh masyarakat atau orang yang dianggap linuwih. Mereka penyekar datang membawa bunga setaman dan minyak wangi.

Lalu bekal tersebut diletakkan di atas pusara makam yang bersangkutan. Usai menaburkan bunga, penyekar biasanya mengirim atau mendoakan arwah sesepuh. Namun terkadang terbalik, orang yang nyekar justru meminta didoakan kepada arwah tokoh yang telah meninggal itu.

Sebagian kalangan menilai, meminta didoakan terhadap arwah orang yang telah meningal dinilai salah kaprah, dan parah. Bahkan ada sebagian golongan agama yang juga menilai, nyekar adalah bukan sebagai syariat Islam, namun pendapat tersebut berbeda satu sama lain. ([email protected])

error: Content is protected !!