Kesaksian Korban Perampokan Mobil Rental Bertaruh Nyawa

0 71

infowonogiri.com-WONOGIRI-Namanya saya, Pletik Husain. Umur saya 33 tahun. Saya sudah mempunyai satu istri dan dua anak, mau punya anak ketiga. Istri saya saat ini hamil enam bulan. Saya tinggal di Dusun Janan RT 03 RW 04, Desa Janan Kecamatan Borobudur Kabupaten Magelang. Saya bekerja sebagai sopir mobil rental PT Jambu Mas Borobudur Magelang.

Saya bekerja di perusahaan tersebut sejak sekitar tahun 2008. Saya mau bercerita tentang peristiwa perampokan mobil dan yang yang saya alami pada Kamis (15/3) lalu, sekitar pukul 02.30. kronologisnya. Waktu itu sekitar pukul 17.00, Rabu (14/3) lalu, PT Jambu Mas menerima order rental mobil dari seseorang.

Kantor menyampaikan, agar saya mengambil mobil di kantor menggunakan unit mobil Terrios Nopol AA-8692-GA. Karyawan PT Jambu Mas berpesan, agar saya berhati hati, tidak perlu ngebut saat membawa penumpang tersebut. sebab, katanya, calon penumpangnya akan menjemput neneknya di Wonogiri, yang sedang sakit.

Saya menjawab dan menjamin saya akan berhati hati. Sebab saya memang dikenal sebagai supir yang halus dalam mengemudikan mobilnya. Maka kantor selalu memlih saya jika ada penumpang khusus.

Saya berangkat dari kantor sekira pukul 18.00. menjemput calon penumpang tersebut. penumpang tersebut saya jemput di salah satu jalan di daerah Magelang. Tidak saya jemput di alamat rumahnya.

Penumpang ada tiga orang. Semua lelaki. Berumur sekitar 40 tahun sampai 55 tahun. Tubuh mereka ada bervariasi. Ada yang setinggi 150 CM, ada yang tinggi 170 CM, ada yang sedang sekitar 165 CM. Waktu itu ketiga penumpang meminta agar melewati jalur, dari Magelang melalui Wonosari baru ke Wonogiri.

Karena saya hanya supir, saya menurutinya. Sampai di Wonosari, sekitar pukul 22.00. istirahat di alun alun Wonosari DIY. Saat itu kami bersama ketiga pelaku, makan di PKL alun alun Wonosari. Usai makan, berangkat lagi ke Wonogiri melalui jalur, yang saya tidak mengetahuinya. Karena memang saya belum pernah ke Wonogiri.

Belakangan saya tahu mungkin lewat Pracimantoro, bukan lewat Manyaran. Sampai di wilayah Wonogiri sekitar pukul 23.30. Saat itu sudah melintasi Wadug Gajah Mungkur Wonogiri. Sejak memasuki wilayah Wonogiri itulah, perasaan saya sudah tidak tenang.

Waktu itu, salah satu penumpang rewel sekali. Dia bilang agar mempercepat laju mobilnya. Ngebut-ngebut, begitu katanya. Alasannya saat itu, dia sudah sudah ditunggu neneknya. Neneknya sedang sakit, agar segera sampai.

Sampai di Wonogiri Kota sekitar pukul 24.00. Mereka mulai beraksi. Leher saya diikat dari belakang menggunakan ikat pinggang, dan sabuk pengaman, oleh dua orang penumpang yang duduk di jok belakang. Lalu kemudi diambil alih oleh seorang penumpang yang duduk di depan. Dialah yang saya kira sebagai navigatornya (istilah dalam balapan).

Lalu yang seorang penumpang yang duduk di jok depan mengikat kedua tangan saya. Salah satu penumpang lagi, yang duduk di jok belakang menodongkan senjata api ke jidat saya. Mereka membantak saya. Agar tidak melawan dan tidak berteriak. Katanya kalau berteriak maka akan dihabisi. Jangankan melawan berteriak meminta tolong saja saya tidak berani.

Bayangkan mas, diancam oleh tiga orang yang semuanya lelaki. Kalau tidak membawa senjata tajam saya tetap akan berontak. Tapi ini kepala sudah ditodong pistol. Nyawa taruhannya. Siapa yang mau mati konyol. Saya hanya pasrah. Tubuh saya panas dinging. Keringat keluar deras, padahal ber-AC. Tapi panas berkeringat.

Sejak saat itu, saya tidak tahu lagi mau dibawa kemana. Karena mata saya dilakban. Kedua kaki dan tangan saya diikat, dengan nilon. Dua jempol tangan saya juga diikat menjadi satu. Lalu diikatkan ke kedua kaki saya. Saya sama sekali tidak bisa berkutik. Yang ada dalam pikiran saya, waktu itu saya akan dihabisi dan dibuang entah kemana.

Yang ada dalam pikiran saya semoga tuhan menolong saya. Saya ingat anak-anak saya, dan istri saya di rumah sedang hamil enam bulan. Sampai akhirnya sekira pukul 02.40, perkiraan saya, saya dibunang di hutan pegunungan cengkeh. Saya bibuang ke selokan. Seperti dilemparkan sepergi membuang bungkusan karung.

Saya perkirakan, pelakunya tidak hanya mereke bertiga yang semobil dengan saya. Sebab selepas dari Wonogiri Kota ada sebuah mobil yang menguntit saya dari belakang. Saat diekskusi itulah, kedua mobil itu bertemu di tempat kejadian perkara. Belakanggan diketahui di Desa Sanan Kecamatan Girimarto.

Pada pagi hari sekira pukul 04.30 saya bisa sadar dan bangkit. Kali pertama saya bisa melepaskan lakban yang menutup mata dan mulut saya. Perlahan lahan saya bisa memutus tali yang mengikat kedua jempol saya. Lalu dengan jempol tersebut saya bisa melepaskan tali yang mengikat kedua kaki saya, sedangkan tali yang mengikat tangan, saya gigit dengan gigi saya. Lepaslah.

Lalu saya berjalan sempoyongan menuju ke rumah warga. Kali pertama saya mengetuk pintu rumah yang kebetulan, halaman rumahnya terang. Waktu itu yang pertama membuka seorang nenek. Saya bingung.

Nenek tersebut terkejut dan beteriak histeris ketika saya mengatakan baru saja dirampok. Keluarganya waktu itu terbangun semua. Baru kemudian saya diantarkan ke Mapolsek Girimarto. Saat itulah saya melaporkan peristiwa itu. Saya berharap semua pelaku tertangkap.

Seperti diberitakan, Perampokan dialami oleh supir mobil rental, dengan kerugian uang Rp.350 ribu dan mobil Terrios Nopol AA-8692-GA. Korban bernama Pletik Husain (33) warga Dusun Janan RT 03 RW 04, Desa Janan Kecamatan Borobudur Kabupaten Magelang.

Salah satu dari empat pelaku berhasil ditangkap oleh tim Resmob Satreskrim Polres Wonogiri kerjasama Satlantas Polres Sragen. Pelaku diduga bernama Setyawan alias Wawan (40) warga Dusun Tlogowetan RT 01 RW 02 Kelurahan Dayu Kecamatan Karangpandan Karanganyar. ¬†Tiga pelaku lain sampai saat ini masih buron. ([email protected])

 

error: Content is protected !!