Eksploitasi Tambang Meresahkan Warga

0 47

infowonogiri.com-WONOGIRI-Eksploitasi pertambangan di Dusun Ngijo, Desa Purwoharjo, Kecamatan Karangtengah, Wonogiri dianggap meresahkan warga setempat. Warga merasa khawatir dan takut kesalamatannya terancam. Musibah tanah longsor yang pernah terjadi beberapa waktu lalu tidak mau terulang lagi.

Kehawatiran warga beralasan, sebab beberapa lubang lokasi penambangan dekat dengan rumah warga dan jalan kampung setempat. Warga khawatir anak-anak mereka terperosok ke dalam lubang penambangan.

Wahyu Wijaya warga setempat mengatakan, penambangan di Desanya mengancam keselamatan jiwa warga setempat. “Tanah perbukitan yang ada di atas rumah digali dan ditambang. Warga kami khawatir jika terjadi longsor,” katanya.

Warga juga khawatir akan kehilangan tanah jika lahan tanah mereka dibeli oleh perusahaan pertambangan. “Warga di sini luas tanahnya sangat terbatas. Kalau tanah mereka dibeli, mereka tidak punya tanah lagi,” imbuhnya.

Sistem sewa tanah yang ditawarkan perusahaan penambang atau bagi hasil juga belum memuaskan warga. Menurutnya lahan bekas pertambangan biasanya susah ditanami karena akan meninggalkan lubang yang menganga.

“Kami menolak jika aktivitas pertambangan digelar di desanya. Kesalahan perusahaan pertambangan adalah titik pertambangannya terlalu dekat dengan permukiman. Kami tidak mau sumber daya alam Desa di sini dikeruk habis,” ujarnya.

Sementara warga lain, Wiyono tidak percaya alasan pajak retribusi perusahaan pertambangan akan dimanfaatkan untuk masyarakat setempat. Alasannya banyaknya pemberitaan kasus penyelewengan pajak oleh para pejabat pemerintah.

Sementara Presiden Direktur PT BPS, Sugeng Setyadi berharap warga setempat memberi kesempatan pihaknya mengolah dan memanfaatkan mineral yang terpendam di desa setempat.

“Kami berharap diberi kesempatan menambang. Kami mempunyai teknologi, tenaga ahli, dan peralatan lengkap. Masyarakat yang punya tanah, bisa bekerja sama. Bebatuan yang mengandung mineral bisa ditingkatkan nilai ekonominya,” katanya.

Menurutnya penambangan tanpa teknologi tidak akan membuahkan hasil maksimal. Pasalnya, pembeli di luar negeri akan menolak karena kualitas produk yang tidak seperti mereka inginkan.

“Mau dijual, disewa, atau bagi hasil silahkan. Tetapi kalau kerja sama harus bisa memenuhi kualitas dan targetnya tinggi. Dan itu hanya bisa dicapai jika memakai teknologi tinggi,” imbuhnya.

Kabid Sumber Daya Mineral, Patrem Joko Priyono mengatakan, pihaknya memaklumi kekhawatiran warga terhadap dampak pertambangan di daerahnya. Namun semua masalah bisa diatasi apabila ada kesepahaman antara masyarakat dengan perusahaan.

Menurutnya, adanya perusahaan pertambangan tidak hanya memberikan penghasilan berupa pajak maupun retribusi. Namun juga memberi multiplyer efect (efek ganda) terhadap peningkatan ekonomi, sarana prasarana, hingga pendidikan masyarakat setempat. ([email protected])

error: Content is protected !!