Dua Bersaudara Kirim Sms Divonis 3 Tahun

0 50

infowonogiri.com-WONOGIRI-Dua bersaudara pengirim SMS teror bom dan pemilik handphone (HP) bernama Marno (30) dan Wiyanto (18) divonis tiga tahun penjara. Keduanya dinyatakan terbukti bersalah melanggar pasal 6 UU Nomor 15 tahun 2003, Undang Undang Penetapan Perpu Nomor 1 tahun 2002 tentang pemberantasan Tindak Pidana Terorisme (TPT).

Sidang tersebut dipimpin Ketua Majlis Siti Insirah SH didampingi dua hakim anggota Hendra Utama S dan Soya Haspita, di kantor Pengadilan Negeri Wonogiri, kemarin. Marno adalah pengirim SMS warga Pracimantoro yang tinggal  di Jl. Salak, Giripurwo, Wonogiri Kota. Wiyanto adalah keponakan Marno, yang memiliki HP. Wiyanto berdagang bakso di Dusun Karangjoho, Daleman, Nguter, Sukoharjo.

Marno mengirimkan SMS ke Pamuji Kepala Sekolah Rintisan Sekolah Dasar Bertaraf Internasional (RSDBI) SDN 1 Wonogiri. SMS berisi ancaman bom yang akan meledak, pada Rabu (19/10) silam. Kemudian polisi anio teror turun melokalisir SDN 1. Keduanya ditangkap tim Polda dan Resmob Polres Senin (24/10). Marno meneror Pamuji karena kecewa anaknya ditolak masuk SDN setempat.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Andreas Yudhotomo dalam, kemarin, menyatakan tidak terima tuntutannya jauh dibawah hukuman minimal yang ditetapkan undang udang. “Kami tidak terima, kami akan banding. Sebab vonis yang dijatuhkan majlis hanya 3 tahun, padahal sesuai undang undang vonis minimal 4 tahun penjara,” ujar Tomy panggilan Andreas Yudhotomo, Kamis (22/3) kemarin.

Penasehat hukum kedua terdakwa Suryanto SH menyatakan pikir pikir. Menurut Suryanto, yang meringankan terdakwa, keduanya sama sama belum pernah dihukum, termasuk terorisme. Selama proses persidangan kedua terdakwa jujur dan polos. Kedua terdakwa juga masih muda dan menjadi tulang punggung keluarganya. Majlis hakim memersilahkan jaksa untuk melakukan upaya banding. ([email protected])

error: Content is protected !!