BBM Subsidi Diperkirakan Akan Habis Oktober Mendatang

0 45

infowonogiri.com-JAKARTA – Konsumsi BBM subsidi terus menunjukkan  peningkatan dibandingkan tahun lalu. Pertamina pun mulai mengantisipasinya dengan memperketat penyaluran. Sebab, jika hal ini dibiarkan dan kuota BBM subsidi  tidak ditambah, maka kemungkinan besar BBM subsidi akan habis pada Oktober 2012 mendatang.

VP Komunikasi PT Pertamina Mochamad Harun mengatakan, realisasi penyaluran BBM selama dua bulan pertama 2012 telah mencapai angka 7,02 juta kiloliter (kl) atau sekitar 18,79 persen dari kuota yang telah ditetapkan untuk Pertamina dalam APBN 2012. “Realisasi tersebut lebih tinggi 755 ribu kiloliter dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, yaitu 6,26 juta kiloliter,” ujarnya kemarin (11/3).

Menurut Harun, lonjakan konsumsi tertinggi  terjadi pada BBM jenis Premium yang mencapai 14 persen, yaitu dari 3,81 juta kl menjadi 4,35 juta kl. Sedangkan solar, realisasi penyalurannya mencapai 2,4 juta kl atau 12 persen lebih tinggi dibandingkan dua bulan pertama 2011. “Secara total realisasi konsumsi BBM pada Januari-Februari 2012 ini naik 12 persen dibandingkan konsumsi periode sama tahun lalu,” katanya.

Karena hal tersebut, lanjut dia, Pertamina saat ini mulai memperketat penyaluran BBM ke stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), apalagi rencana kebijakan kenaikan harga BBM bersubsidi semakin dekat. “Kami bekerja sama dengan berbagai pihak untuk mengantisipasi praktek penimbunan BBM,” ucapnya.

Pertamina juga telah memerintahkan HISWANA MIGAS (Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi) untuk mengimplementasikan aturan ketat dalam penyaluran BBM bersubsidi. Aturan tersebut diantaranya  melarang penjualan melalui jerigen, kecuali kepada masyarakat yang letaknya jauh dari SPBU, itupun dengan syarat adanya surat rekomendasi dari Kepolisian dan atau Pemerintahan Daerah setempat.

Namun, Harun mengakui, penerapan aturan tersebut kerap terkendala terkait dengan resiko yang dihadapi oleh operator SPBU yang bersinggungan langsung dengan konsumen. “Karena itu, koordinasi dengan Kepolisian sangat diperlukan agar ketentuan tersebut bisa berjalan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala BPH Migas Andy Noorsaman Sommeng mengatakan, jika konsumsi BBM subsidi terus dalam tren tinggi, maka kuota sebesar 37,5 juta kl yang dipatok dalam APBN 2012 dipastikan bakal jebol. “Kalau kuota BBM subsidi nanti tidak ditambah dan konsumsi masih tetap tinggi, maka jatah BBM subsidi akan habis pada Oktober 2012,” ujarnya seperti dikutip dari jpnn.

Untuk itu, lanjut Andy, BPH Migas beserta Kementerian ESDM dan Pertamina akan menggencarkan sosialisasi bahwa BBM subsidi hanya berhak dikonsumsi oleh masyarakat yang tidak mampu. “Jadi, meski tidak ada aturan pembatasan, kami berharap pemilik mobil pribadi bisa beralih ke BBM nonsubsidi, apalagi jika nanti harga BBM subsidi sudah naik,” ujarnya. (owi/kim/jpnn)

error: Content is protected !!