Dua Balita Prematur Tewas Tersedak Asi dan Infeksi

0 50

infowonogiri.com-WONOGIRI-Dua bayi prematur meninggal dunia akibat sianosis aspirasi (tersedak) dan akibat infeksi pada paru-paru. Balita yang meninggal akibat tersedak berinisial BD berumur 22 hari, asal Slogohimo. Sedangkan bayi yang meninggal akibat infeksi paru paru berinisial WT berumur tiga bulan, juga asal Slogohimo.

Dokter RSU dr Soediran Mangun Soemarso (SMS) Wonogiri dr Pratikto Widodo SpA didampingi perawatnnya Paryatmi mengemukakan, meninggalnya BD disebabkan karena terjadi sianosis aspirasi (tersedak). Diduga akibat paru parunya kemasukan benda asing. Benda asing tersebut diduga air susu ibu (ASI)-nya.

BD sempat dirawat di bangsal Perinat RSU SMS sejak Senin (2/3) hingga Jumat (20/3) silam. Sempat dibawa pulang karena sudah dinyatakan membaik, namun dua hari setelahnya dibawa lagi ke RSU SMS. Saat dibawa ke RSU keadaannya sudah tidak bernafas. Muntah darah pukul 21.30 WIB. Pukul 23.00 ditangani di bangsal Perinatal Resiko Tinggi (Peristi).

“Akhirnya meninggal pukul 01.00 WIB. Bayi itu lahir prematur, kurang dari 35 minggu, lahir 1,9,kg (190ns). Perawatan bayi prematur memang sulit. Kasus aspirasi memang cukup berbahaya bisa mematikan, hanya dalam hitungan jam saja. Apalagi bayi itu berat badannya kurang,” ujar dr Pratikto Widodo.

Cara pencegahan kasus sianosis aspirasi, adalah dengan disendawakan usai disusui, agar bayi gelegekan. Cara lain dengan dimiringkan ke kiri atau ke kanan dan ditepuk-tepuk pada punggunya usai disusui. Tidurnya dimiringkan ke kiri atau ke kanan. Jika sudah tersedak, jalan terbaik harus langsung dirujuk ke RS. “Akibat benda asing (asi) yang masuk ke paru paru, maka membahayakan bayi prematur. Orang dewasa saja tersedak rasanya panas,” katanya.

Sementara WT meninggal sekira pukul 01.30 WIB, Senin (26/3) di rumahnya di Dusun Ngendak Desa Bulusari Slogohimo. Sebelumnya bayi itu sempat dirawat di RS Astrini selama sepekan. Hari itu, Senin siang sedianya akan kontrol ke RS Astrini Wonogiri. Diduga meninggalnya WT akibat mengalami infeksi pada saluran pernafasannya.

Namun belum diperiksakan Tuhan telah memanggilnya. Riwayatnya, balita WT lahir prematur umur kehamilan sekira 6 bulan, 11 Desember 2012. Ibu kandungnya, Suyatmi (25) mengemukakan, proses persalinannya normal, bahkan tampa dibanatu bidan atau dukun bayi. Karena anak ketiganya terlahir prematur, ia merujuk ke RS Muhammadiyah (RSM) Selogiri.

Di RSM Selogiri dirawat selama tiga bulan, dan menghabiskan uang Rp.15 juta. Saat kondisinya membaik, bayi itu dibawa pulang 23 Pebruari 2012. Di rumah selama 13 hari. “Lalu masuk RS Astrini dan dirawat 3 hari, menghabiskan uang Rp.6 juta,” tutur Suyatmi. Suyatmi kini mengaku kebingungan karena biaya di RS belum terbayar semua. ([email protected])

error: Content is protected !!