Tim Advokasi Desak Pemerintah Membuat Perda Difabel

0 53

infowonogiri.com-WONOGIRI-Persoalan kaum Difabel yang perlu dilakukan pertama adalah pendataan untuk mengetahui jumlah kaum difabel. Akan tetapi persoalan muncul, dimana orang tua bersikap tertutup tidak mau melaporkan manakala anaknya difabel, kedua keluarganya tidak mau didata karena merasa malu jika diketahui anggotanya difabel.

Dengan didata akan diketahui pula status difabelnya apakah karena sejak dilahirkan atau karena kecelakaan, usia kaum difabel juga perlu diketahui tergolong dalam usia anak2 atau usia sekolah, remaja atau usia produktif. Sehingga jika sudah terdata pemerintah dapat mengambil sikap untuk bisa memberikan hak hak kaum difabel.

Pemerintah daerah tugasnya adalah melayani dan menfasilitasi. Demikian laporan yang disampaikan Suharno selaku Ketua Tim Advokasi Kaum Difabel.

Tahun ini pemerintah tengah mengusahakan peningkatan pelayanan terhadap kaum difabel, paling tidak setiap program di SKPD memperhatikan hak hak kaum difabel seperti masyarakat pada umumnya, sehingga pemerintah lebih humanis dan ingklusif, serta perlu dibuatkan Perda Difabel.

Tanggapan dari DPRD, dr Ngadiono mengawalinya. Kesulitan pertama adalah masalah pendidikan dan kesehatan, kedua masalah layanan umum bagi kaum Difabel. Ketiga regulasi hukum, perlu dibahas tentang perda Difabel. Keempat diakui adalah pendataan. Ini pekerjaan siapa sesungguhnya. Paling dekat adalah pemerintah desa untuk rehabilitasi. Sehingga tercipta layanan kesetaraan bagi kaum difabel dengan masyarakat umum.

Sekretaris Komisi D Tuharno menambahkan, saat ini menurutnya pemerintah telah mengalokasikan dana untuk kaum difabel akan tetapi belum bisa memenuhinya. Tuharno menegaskan pihaknya sangat mendukung dibentuknya raperda Difabela.

Hadir pada acara ini kaum difabel, kantor SKPD terkait serta anggota komis D bidang pendidikan kesehatan dan lainnya.

Sementara Suparno selaku Kepala Dinas Pendidikan, sudah ada sekolah ingklusi di sekolah umum untuk kaum difabel. Antara lain di Purwantoro, Giritontro, Pracimantoro, Manyaran dan Wonogiri Kota. Selain itu juga sudah tersedia sekolah luar biasa yang husus untuk kaum difabel. Soal sarana kesehatan di beberapa puskesmas dan rumah sakit daerah juga sudah tersedia untuk kaum difabel. ([email protected])

error: Content is protected !!