Sidang Kasus Pengeroyokan Tirtomoyo dipenuhi massa

2 83

infowonogiri.com-WONOGIRI-Kasus kerusuhan di Desa Ngarjosari Kecamatan Tirtomoyo, Rabu (23/11) lalu, mulai sidangkan Kamis (2/2) di kantor Pengadilan Negeri (PN) Wonogiri.

Kerusuhan yang mengakibatkan kerusakan toko kelontong dan mengakibatkan beberapa orang terluka itu menghadirkan enam orang terdakwa. Keenam terdakwa diajukan ke persidangan dengan displit oleh tiga jaksa penuntut umum (JPU), yaitu Sri Murni SH, Unun S dan Suwarti.

Sri Murni menangani dua terdakwa Agus Ariyanto (31) Satpam salah satu kantor milik Perusahaan BUMN di Wonogiri dan Rizal (21) keduanya warga Kabupaten Wonogiri.

Sedangkan Unun S menangani terdakwa Asep R (21) warga Ngadirojo. Jaksa Suwarti menyidankan tiga terdakwa yakni Rizki Guruh Kusuman (18), Doni Romadoni (19) dan Eko Yarto ketiganya warga Ngadirojo dan Tirtomoyo.

Meski displit menjadi tiga perkara persidangan, namun kemarin siding digelar secara bersamaan. Masing masing terdakwa saling bersaksi untuk perkara terdakwa lainnya.

Sidang kali pertama kemarin dipimpin oleh Ketua Majlis R. Agung Aribowo didampingi hakim anggota Nataria C Triana dan Brelly YDWH.  Agenda sidang adalah pemeriksaan saksi saksi dan pembacaan dakwaan.

Ketiga jaksa menjerat keenam terdakwa dengan pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan dan atau pasal 351 KUHP tentang penganiayaan. Ancamannya maksimal 5 tahun penjara. Dan Undang Undang Darurat Nomor 12 tahun 1951, dengan ancaman maksimal 7 tahun.

Aksi pengeroyokan dan penganiayaan itu dilakukan di Desa Ngarjosari Kecamatan Tirtomoyo, sekira pukul 20.00 Rabu (23/11) silam. Aksi kerusuhan itu melibatkan 60an pemuda anggota organisasi bela diri.

Akibat kerusuhan itu Tukiyem menjadi korban aksi kekerasan mereka, Dua unit motor Supra X 125 AD 3086 HR dan Honda Legenda, etalase¬† Toko Lumayan juga menjadi sasaran kebrutalan para terdakwa.([email protected])

error: Content is protected !!