Penyebab Kebakaran Terbanyak Adalah Kompor dan Konsleting Listrik

0 116

infowonogiri.com-WONOGIRI-Kompor berbahan bakar minyak dan atau gas, serta konsleting jaringan listrik pada peralatan elektronik menjadi penyebab terbanyak peristiwa kebakaran, baik di wilayah Kabupaten Wonogiri maupun di Kabupaten/Kota lainnya.

Karena itu, masyarakat diminta selalu waspadan dan memperhatikan betul cara menggunakan atau memanfaatkan peralatan kompor maupun jaringan lsitrik. Selain itu, faktor penyebab kebakaran yang paling dominan adalah faktor manusia.

Hal itu terungkap dalam kegiatan sosialisasi penggunaan APAR (Alat Pemadam Api Ringan), dan pelatihan pemadaman kebakaran di halaman Kejaksaan Negeri (Kejari) Wonogiri, Jumat (10/2) oleh tim UPT Pemadam Kebakaran DPU Kabupaten Wonogiri, yang diikuti oleh seluruh karyawan dan staf Kejari Wonogiri.

Kepala UPT (PmK) Sugijanto menjelaskan, tingkat bahaya kebakaran dari dampak penggunaan kompor gas dan peralatan listrik sudah sangat tinggi. Di Kabupaten Wonogiri peristiwa kebakaran -hanya- terjadi lima kali. Dari kelima kejadian itu, hampir semuanya disebabkan karena kompor dan konsleting listrik.

Dua penyebab utama itu jika dikaitkan faktor paling dominan adalah karena kelalaian atau ketidaktahuan masyarakat sebagai pengguna kompor dan listrik. Karena itu masyarakat dihimbau agar tidak mempelajari betul karakteristik kompor dan listrik. Kompor minyak atau gas harus ditempatkan pada dapur yang terbuka/berfentilasi.

Jika regulator kompor gas mengalami kebocoran maka gas terbuang keluar angin. Sebab jika gas berada dalam dapur tertutup maka mudah tersulut suhu panas atau api atau konsleting listrik. Sedangkan penggunaan peralatan elektronik sebaiknya tidak digunakan dalam waktu lama, dan jangan meninggalkan peralatan listrik menyala terus menerus.

Sebab peralatan elektronik jika terlalu panas maka bisa meledak atau menimbulkan konsleting listri. Jaringan listrik juga harus sesering mungkin diteliti, ada yang rusak/konslet atau tidak. Sebab dari konsleting listrik itu akan bisa menimbulkan api dan membakar baranrg yang mudah terbakar.

Nah jika sudah terjadi kebakaran. Kunci pertama, masyarakat jangan panik. Tetapi sigap dan tangkas. Jika belum mempunyau APAR, maka siapkan peralatan tradisional. Seperti handuk, selimut, karung atau kain yang tebal yang mudah menyerap air. Lalu kain itu dibasahi sebasahnya.

Carilah titik sumber api. Lalu padamkan titik api dengan menggunakan kain basah tersebut. Pasti akan padam jika belum terlanjur membesar. Jika sudah mempunyai APAR maka gunakanlah APAR. APAR terdiri dari dua jenis, berisi cairan dan puyer. Nah faktanya, mayoritas masyarakat tidak bisa menggunakan APAR.

APAR adalah alat bantu pemadam kebakaran yang bisa dijinjing. APAR beratnya berfariasi 3kg, 6 kg dan 25 kg. Untuk pemakaian kantor dan perumahan cukup dengan APAR ukuran 3-6kg saja. APAR gunanya untuk memadamkan titik api awal muncul. APAR dibagi dua jenis, air dan puyer.

“Karena faktor kelalaian manusia cukup dominan penyebab kebakaran, maka masyarakat harus betul-betul menghindarinya,” ujarnya. Penyebab lain adalah peristiwa alam. Seperti gunung meletus, gempa bumi, panas bumi dan dan bencana alam lainnya. faktor ini tidak dibahas pada simulasi dan sosialisasi.

Tips lain untuk menghindari kebakaran, selain dari faktor kompor dan konsleting listrik adalah, jangan merokok sembari tidur di kamar, jangan membuang puntung rokok sembangan, jangan menyalakan obat nyamuk di atas barang yang mudah terbakar, jangan membakar sampah sembarangan, dan jangan simpan barang yang mudah terbakar dekat dengan kompor, pastikan kompor dalam keadaan padam saat tidak digunakan, matikan jaringan listrik atau berang elektronik yang ditinggal pergi dalam waktu yang lama.

Saat ini PmK Wonogiri memiliki tiga unit mobil Hino Sykler, Fuso FM Mitsubisi, Colt Diesel dan APAR 6 unit 6kg dan 25kg serta 21 tenaga yang telah Diiklat pemadaman dari isntruktur Jakarta. Wonogiri kini tengah membahas Perda Penanggulan Kebakaran. Jika ada kebakaran hubungi 113, 0273 322013, 081329260275. ([email protected])

error: Content is protected !!