Pasir Pantai Menipis Nelayan Tidak Melaut

0 30

infowonogiri.com-PARANGGUPITO-Para nelayan Kecamatan Paranggupito, Wonogiri sudah tidak melaut selama setengah bulan. Awalnya mereka takut karena ombak besar sangat berbahaya untuk melaut. Kini, ombak besar yang berlangsung beberapa pekan itu mengikis lapisan pasir di Pantai Nampu dan Waru, Kecamatan Paranggupito.

Hal tersebut mengakibatkan perahu nelayan tidak bisa berlabuh di pantai. “Lapisan pasir pantai terlalu tipis. Sehingga perahu tidak bisa berlabuh,” ujar Ketua Koperasi Nelayan Parang Bahari, Paranggupito, Sucipto. Kondisi itu membahayakan karena perahu akan mudah tergores atau bocor oleh bebatuan karang.

Sebenarnya, ombak sekarang sudah mulai normal. Ketinggian ombak mencapai 1 hingga 1,5 meter. Tetapi akibat gelombang tinggi yang terjadi beberapa minggu lalu, pasir di pantai¬† hilang. “Kalau pasirnya tipis, kami tidak berani melaut karena perahunya bisa bocor kena batu-batuan di pantai,” ujarnya.

Dijelaskan, gelombang laut menerjang dari arah timur ke barat. Gelombang tersebut menyeret pasir ke arah barat. Pihaknya tidak bisa memastikan kapan lapisan pasir kembali normal. “Biasanya, kalau gelombangnya sudah berganti arah dari barat ke timur, pasirnya akan kembali terbawa ke pantai, tetapi entah kapan,” katanya.

Akibat tidak bisa melaut, para nelayan hanya bisa mencari ikan dan lobster dari tepian pantai. Mereka lebih banyak mencari lobster dari tebing-tebing pantai dengan cara <I>ngrendet<P>. Yakni melemparkan perangkap atau jaring khusus untuk lobster dari atas tebing pantai.

Asal tahu lobster menjadi salah satu penghasilan nelayan Paranggupito. Harga lobster brintik mencapai Rp 250.000 per kilogram, lobster hijau Rp 300.000 per kilogram, dan lobster mutiara mencapai Rp.350.000 per kilogram.

Terkait puluhan gubuk dan warung yang pernah tersapu ombak kini telah diperbaiki. Namun, warung yang di zona berbahaya masih dibiarkan. Asal tahu gubuk dan warung di tepi pantai Nampu, Paranggupito, Wonogiri hancur diterjang ombak, Januari lalu. Para nelayan juga tidak berani melaut. ([email protected])

error: Content is protected !!