70 Pedagang Ber-KTP Menuntut Haknya

0 41

infowonogiri.com-PURWANTORO-Sekitar 70 pedagang ber-KTP (Kartu Tanda Pedagang) Pasar Purwantoro berkumpul di pendopo rumah Dinas Kecamatan Purwantoro, Kamis (9/2) kemarin. Mereka mendatangi kantor Kecamatan karena Kantor Pasar Purwantoro tidak memungkinkan untuk menggelar pertemuan dengan jumlah lebih dari 10 orang.

Para pedagang ber-KTP ini, menurut Riyanto pedagang pakaian, mengemukakan pada intinya para pedagang menginginkan agar penataan pedagang pasar tradisional di Purwantoro ditetapkan berdasarkan satatus kepemilikan los pasar sesuai KTP masing-masing. Tujuannya untuk menghindari konflik, dan agar tertib dan rapi.

Pertemuan tersebut difasilitasi oleh Camat Purwantoro Kamid Wijaya, dihadiri oleh Kepala Pasar Purwantoro Murdono, tiga anggota DPRD II Wonogiri, Catur Winarko, Marhendi dan Sunarmin. Hadir pula pewakilan dari Koramil dan Polsek Purwantoro, serta dari petugas Dinas Perindagkop dan UMKM Wonogiri.

Catur Winarko mengemukakan, bahwa kedatangan puluhan pedagang tersebut tidak terkait konflik los antar pedagang. Tetapi karena mereka ingin menyampaikan bahwa pedagang yang sah adalah yang memiliki KTP. Namun selama ini mereka menempati los tidak sesuai KTP masing-masing.

“Mereka, sesama pedagang tidak ada masalah. Mereka ingin kembali menempati losnya masing-masing sesuai KTP. Pedagang meminta pasar difungsikan seperti semula,” ujar Catur Winarko. Menurutnya masalah tersebut akan segera diputuskan, sambil menunggu diberlakukannya Perda yang baru yaitu Nomor 1 tahun 2012.

Camat Purwantoro Kamid Wijaya menyatakan siap membantu Dinas Pasar dan menegakkan aturan sesuai peraturan yang ada. “Nggih. Kita siap menegakkan Peraturan Daerah, walaupun banyak tantangan. Yang penting kita bekerja sama dan dirembug  setiap ada masalah yang tidak bisa dirampungkan,” ujanya via SMS.

Marhendi juga menyatakan siap mendukung pemerintah menegakkan aturan. Akan tetapi dia meminta Pemerintah bertindak bijak dan bertahap. “Ning sitik-sitik, bokho-bokho, dan tidak meninggalkan hal-hal yang hakiki yaitu rasa kemanusiaan. Karena Perda datang belakangan, masalah ini juga muncul belakangan,” ujar Marhendi.

Sementara Kepala Diperindagkop dan UM KM Sumarjono melalui stafnya Ngadimin, mengemukakan, bahwa pemilik sah los pasar adalah pemilik KTP pasar. Merekalah yang berhak menempati losnya, baik pada hari pasaran maupun bukan hari pasaran. Namun jika ada kesepakatan antar pedagang maka los tersebut bisa ditempati pedagang lain. ([email protected])

error: Content is protected !!