Terminal Type A Giri Adipura Seluas 21.1410 M2 Terancam Menganggur

0 63

infowonogiri.com-WONOGIRI-Terminal Type A Giri Adipura Wonogiri seluas 21.1410 m2, di Desa Pancuran Selogiri terancam mangkrak menyusul rencana perpindahan terminal tersebut ke terminal yang baru di Krisak Kaliancar, Selogiri.

Pemda Wonogiri sedang membangun terminal baru di Krisak Selogiri dengan dana dari pemerintah pusat dan propinsi senilai sekitar Rp.11 Milyar. Terminal di Krisak dibangun di lahan seluas 6000 M2 di lahan bekas pertanian padi. Kini proses pembangunan hampir selesai.

Namun rencana perpindahan terminal lama ke terminal baru belum diprogramkan. Hal itu dikemukakan oleh Kepala Dinas Pengelolaan Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Teguh didampingi staf Asetda, Parwono dan Wahyu Wiwoho, Jumat (20/1/12) lalu.

“Lahan terminal induk seluas hampir 22 ribu meter persegi. Terminal itu akan dipindahkan ke Krisak Selogiri, sampai sekarang belum diprogramkan untuk apa lahan dan bangunan setelah dipindah nantinya,” ujar Wahyu Wiwoho.

Selain lahan terminal, Pemda memiliki lahan tanah nganggur dan sebagian disewakan ke pihak ketiga, yang mencapai 2021 bidang, dan gedung dan monument ada 25685 unit. Dengan demikian, jika terminal induk dipindahkan ke Krisak maka luasan lahan dan gedung yang menganggur bertambah luas.

Terminal Induk Giri Adi Pura –kini masih ditempati- terdapat 53 kios pedagang dan puluhan los, tempat mandi cuci kakus (MCK) 4 unit, mushola 1 unit, kantor UPT Terminal 1 unit, UPT parkir 1 unit, gedung TPR 1 unit, tower pengawas satu unit sudah tidak berfungsi.

Lalu halaman parkir bus AKDP dan AKAP, ruang tunggu koridor AKDP dan AKAP, transit AKDP dan AKAP, bangunan gapura pintu masuk dan pintu keluar, dan sumur. Di kantor Staf UPT Terminal ada petugas parkir dan terminal delapan personil.

Staf UPT Terminal Dishubkominfo Agus Hasto P alias Glempo dan stafnya Sunarto Rencana mengakui mengatakan belum mengetahui rencana perpindahan terminal lama ke terminal baru. Menurut informasi dari dirjen terminal Baru akan ditempati akhir 2012 atau maksimal 2013.

“Terkait lahan dan gedung terminal yang lama untuk apa belum dibicarakan,” ujar Glempo. Soal rencana relokasi pedagang terminal lama ke terminal baru juga belum dibahas. Menurutnya, penghuni terminal lama akan diprioritaskan mendapatkan kios di terminal yang baru.

“Ada 53 kios, tetapi jumlahnya tidak sesuai yang menempati. Yang banyak dan yang aktif berjualan pedagang lapak. Di terminal Krisak baru ada 9 kios. Paling tidak dibutuhkan 73 kios untuk menampung pedagang terminal lama dan terminal Krisak,” katanya.

Pendapatnya, seyogyanya rencana perpindahan terminal lama ke terminal baru segera dibahas, tujuannya untuk menghindari masalah kelak. “Pengelolaan terminal sebaiknya juga dikelola secara otonomi, seperti di Solo,” tandasnya. ([email protected])

error: Content is protected !!