Menteri Pertanian Hadiri Panen Pedet Wonogiri

3 52

infowonogiri.com-WONOGIRI–Guna meningkatkan populasi ternak sapi dan mendukung Pencapaian Swasembada Daging Sapi Dan Kerbau (PSDS/K) tahun 2014, Menteri Pertanian RI Dr. Ir. Suswono, MMA bersama Gubernur Jawa Tengah H. Bibit Waluyo melaksanakan Penen Raya Pedet hasil Inseminasi Buatan (IB) di Wonogiri, Selasa (3/1) di desa Pokoh Kidul Plasa Wonogiri.

Kegiatan ini sebagai tindak lanjut dari kegiatan Sinkronisasi Berahi yang dilaksanakan tahun 2010, dimana tahun 2011 pedet hasil IB tersebut telah lahir. “Sinkronisasi berahi sebagai bagian dari kegiatan IB memiliki peran besar dalam peningkatan populasi dan produksi ternak sebesar 35 persen,” jelas Menteri.

Wonogiri di tahun 2010 merupakan salah satu Kabupaten di Jawa Tengah  yang terpilih menjadi pilot project Sinkronisasi Berahi Sapi Potong sejumlah 1.000 ekor. Dalam kesempatan tersebut, pedet hasil sinkronisasi berahi kurang lebih sejumlah 316 ekor dipanen.

Kegiatan panen raya pedet serupa sebelumnya dilaksanakan di 3 Provinsi yakni Lampung, Aceh, dan Jawa Timur. Diharapkan kegiatan ini mampu memotivasi daerah lain untuk meningkatkan populasi ternak dan gairah para peternak sapi dalam melakukan usaha di  bidang pembibitan sapi potong.

Berdasarkan hasil sensus sapi potong tahun 2011, populasi sapi potong di Jawa Tengah berjumlah hampir 1,9 juta ekor. Kabupaten di Jawa Tengah yang mempunyai populasi sapi tertinggi adalah Kabupaten Blora 269.094 ekor, Grobogan 196.189 ekor, dan Wonogiri 187.455 ekor.

“Jawa Tengah ini memang lumbungnya ternak, tapi masih kalah dengan Jawa Timur . Di sana populasinya sekitar 4,7 juta. Namun jangan kecil hati, karena kesempatan meningkatkan populasi masih terbuka lebar,” imbuh Suswono.

Gubernur Bibit juga bertekad mensukseskan program swasembada daging 2014. Gubernur mengingatkan peternak agar jangan memotong sapi yang masih produktif, karena berpotensi mengurangi populasi sapi. Pemotongan sapi betina produktif melanggar Undang Undng Nomor 18 tahun 2009 tentang peternakan dan hewan.

Sementara Bupati H. Danar Rahmanto meminta agar Menteri dapat mengambil kebijaksanaan untuk membatasi import ternak sapi potong demi melindungi peternak Wonogiri pada khususnya dan petani peternak pada umumnya. “Mohon maaf Pak Menteri, ini perlu disampaikan karena kami merasa bahwa kebijakan membatasi sapi potong import kami rasa sangat perlu demi meningkatkan kesejahteraan patani dan peternak,” pinta Bupati.

Usai kegiatan juga diserahkan bantuan sarana prasarana senilai 1,8 M kepada kelompok tani di Soloraya dan Dinas Pertanian Kabupaten Karanganyar, Kota Surakarta, Boyolali, Grobogan, Semarang, Banyumas, Temanggung, Brebes, dan Wonogiri. Selain itu ditandatangani kerjasama antara Sarjana Membangun Desa dengan Asosiasi Produsen Daging dan Feedlot Indonesia (APFINDO); dengan Asosiasi Distributor Daging Indonesia (ADDI); dan dengan Asosiasi Pengusaha Importir Daging Indonesia. ([email protected])

error: Content is protected !!