Kapolres Pertemukan Ibu Dengan Bayi Yang Dibuangnya

1 29

infowonogiri.com-WONOGIRI-Setelah berpisah selama lima hari yang lalu, bayi berumur 10 hari yang ditemukan di depan kios Pasar Purwantoro dipertemukan dengan ibu kandung yang membuangnya, Kamis (12/1/12) di ruang khusus di Mapolres Wonogiri.  

Pertemuan tersebut difasilitasi oleh Kapolres Wonogiri AKBP Ni Ketut Swastika SIK di ruang kerjanya. Ibu kandungnya adalah Tri Ely Widorini (21) warga Dusun Wates RT 02 RW 05 Desa Bangsri Kecamatan Purwantoro.
Bayi tersebut diantarkan oleh Harini dan suaminya Budi HA, yang tidak lain adalah pengelola Rumah Bersalin Bidan Praktek Swasta (BPS) Harini Budi HA asal Desa Tegal Rejo Kecamatan Purwantoro.
Sejak bayi itu ditemukan oleh pedagang sayur di depan Kios Pak Panut Pasar Purwantoro Minggu (8/1) lalu, pihak kepolisian menitipkan bayi tersebut ke RB BPS Harini Budi HA. Harini dan Budi mengantarkan bayi tersebut ke Polres Wonogiri dikawal oleh Kapolsek Purwantoro AKP Made Mastika.
Kini bayi berjenis kelamin perempuan itu telah diberi nama Jelita. Nama Jelita adalah nama pemberian ibu kandungnya, Tri Ely Widorini. Ely demikian nama panggilan ibunya, telah datang ke Wonogiri sehari sebelumnya, Rabu (11/1) kemarin, untuk penyidikan di Unit RPK Polres Wonogiri.
Ely didampingi Kepala Unit RPK Endang, menemui Jelita di ruang kerja Kapolres Wonogiri. Ely tampak ragu melangkahkan kakinya. Setelah dipersilahkan duduk oleh Kapolres disampingnya, Ely tampak mulai mengamati anaknya yang berada di pangkuan Kapolres.
Ely tampak malu menatap anak kandung ke tiga yang telah dibuangnya. Ely cenderung lebih banyak menundukkan kepala, memegangi mulut dan hidungnya sendiri. Ely tampak seperti terserang flu. Hidungnya berair. Tampak Ely menangis tampa suara. Terlihat jelas air matanya mengalir deras.
Pada saat itulah Kapolres dan bidan Harini berkesempatan mewancarai Ely soal proses persalinan yang dilakukan Ely atas anak ketiganya itu. Ely mengakui, selama ini tetangganya tidak ada yang mengetahui jika ia hamil.
Ely mengatakan ia sengaja menutupi kehamilan anak ketiganya, karena malu. Sebab anaknya hamil diluar nikah, hasil berhubungan intim sebanyak dua kali dengan pria beristri. Selama sembilan bulan mengandung Jelita, Ely mengaku tidak pernah memeriksakan ke bidan atau Puskesmas di Purwantoro.
Namun Ely mengaku pernah sekali memeriksakan kandungannya ke Madiun Jawa Timur. Tentu alasannya malu jika harus diperiksakan di bidan dekat tempat tinggalnya. “Saya selalu memakai pakaian yang longgar, saya juga tidak pernah bergaul dengan tetangga sekitar,” ujar Ely.
Proses persalinan, menurut Ely berjalan normal dan lancar. Bahkan Ely mengatakan, proses persalinan dilakukan sendiri tanpa bantuan orang lain, baik bidan maupun dukun bayi. “Mulai terasa pukul 8 malam, pukul 12 malam perut saya mules. Pada jam 2 malam bayi itu lahir,” ujarnya.
Saat itupula, Ely memotong tali pusar yang masih terhubung dengan ari arinya. “Saya potong dengan gunting, lalu saya ikat sendiri dengan tali,” tutur Ely sambil menyeka air matanya. Sejak saat itu, Ely tidak pernah menyusui anak ketiganya itu, karena telah merencanakan tidak akan merawatnya.
Beberapa hari setelah terlahir, Ely mencoba menawarkan anaknya ke orang Jawa Timur, namun tidak ada yang mau. Sehingga kemudian Ely membuang bayi itu ke depan Kios Pak Panut di Pasar Purwantoro, beberapa hari lalu.
error: Content is protected !!