Jelita Bayi Yang Dibuang Ibunya Diadopsi Wartawan-Wartawati

1 35

infowonogiri.com-WONOGIRI-Jelita bayi mungil berumur 10 hari yang ditemukan pedagang sayur di Depan Kios Pak Panut Pasar Purwantoro akhirnya diadopsi oleh sepasang suami istri berinisial S dan A. S dan A adalah wartawan Koran harian dan wartawan TV local yang bertugas meliput di wilayah eks Karisidenan Surakarta.

Proses adopsi dilakukan oleh S dan A setelah keduanya mengajukan surat permohonan yang ditujukan kepada Kapolres Wonogiri AKBP Ni Ketut Swastika SIK. Kapolres mengabulkan setelah ibu kandung Jelita, Tri Ely Widorini mengabulkannya.
“Prosedurnya bikin surat permohonan, terus ibu kandungnya juga sudah membuat surat pernyataan persetujuan bermaterai, ya sudah tinggal dinotariskan lalu didaftarkan ke Pengadilan,” ujar Polwan “Sri Kandi” asal Singaraja Bali itu.
Ely, demikian panggilan ibu kandungnya, kepada wartawan mengatakan ia telah mengiklaskan anaknya diadopsi menjadi anak angkat wartawan dan wartawati itu. “Saya iklas,” ujar Ely lirih namun jelas karena disertai dengan anggukan kepala. Namun tidak lama kemudian ia menangis, tidak terdengar suara tangisannya. Namun air matanya kian deras mengalir.
Alasan Ely, ia mengaku tidak sanggup merawatnya. Sebab Ely telah dikaruniai dua orang anak. Anak pertama lelaki bernama Daniel (5th) dan anak kedua bernama Anggle (4th). Ely mengasuh dua anaknya sendirian. Sebab suaminya, Yoyok (31) telah menceraikannya. Fonis perceraian belum lama batu putus Selasa (3/1) lalu di Pengadilan Negeri, di PN karena Ely penganut agama Kristen.
Ely bertutur tentang latar belakang keluarganya, bawha Ely adalah anak perempuan ke dua dari tiga bersaudara. Ayahnya bernama Suyadi (alm) pensiunan Kantor Pos Purwantoro, dan ibunya bernama Lilis (50) saat ini bekerja sebagai pembantu rumah tangga (PRT) di Jakarta. “Saya merawat dua anak saya sendirian,” ujarnya sambil menyeka air matanya.
Sehari hari, Ely mengaku menganggur karena tidak mempunyai pekerjaan tetap. Selebihnya menanggur. Namun terkadang ia menggunakan sisa waktunya untuk mencari rosok (rongsok). Lalu barang rosokan itu dijual ke pengepul. Hasil penjualan rosok dibelanjakan untuk membeli sayuran dan bumbu dapur.
“Berasnya dapat jatah pensiuan bapak dari kantor pos, tapi kurang karena hanya 5 kg perbulan,” ujar Ely. Karena latar belakang itulah, sehingga Ely ia nekat membuang bayi yang dilahirkan dari rahimnya. Diakui Jelita adalah hasil hubungan gelap dengan seorang supir trafel Slogohimo. Kini pria yang membuahinya kabur, tidak bertanggungjawab.
Sementara kedua wartawan calon orang tua Jelita, sudah dikonfirmasi. Namun keduanya kurang berkenan memberikan keterangan. Bahkan keduanya terang terangan membatasi wartawan ini menulis apa yang sebenarnya. Tidak hanya itu, wartawati itu pun meminta tolong wartawan lain di Wonogiri untuk menelpon wartawan ini. “Singkat saja. Tolong teman kita mau adopsi, kita dukung,” ujarnya.
Asal tahu, bayi perempuan berumur 10 hari ditemukan pedagang sayur di depan Kios Pak Panut Pasar Purwantoro, pukul 03.00, Minggu (8/1) lalu di dalam plastic kresek sedang menangis. Di TKP polisi menemukan barang bukti berupa selimut, kampong apus, popok dan pakaian bayi. ([email protected])
error: Content is protected !!