Bencana Di Pantai Nampu 15 Warung Dihantam Ombak

0 34

infowonogiri.com-PARANGGUPITO-Bencana alam tidak hanya terjadi di daratan di wilayah Wonogiri bagian timur. Di wilayah Wonogiri bagian selatan juga terjadi bencana alam di pantai. Sedikitnya ada 15 gubuk dan warung yang berdiri di tepi pantai Nampu Kecamatan Paranggupito hancur diterjang ombak setinggi enam meter.

Menurut Ketua Koperasi Nelayan Parang Bahari Paranggupito, Sucipto, peristiwa tersebut terjadi dalam dua hari terakhir ini. Angin kencang menjadi salah satu penyebab ombak di pantai tersebut sangat tinggi. Sehingga nelayan tidak berani melaut.

“Para nelayan tidak ada yang berani melaut. Karena ombaknya besar, warung warung di tepi pantai hancur,” katanya. Total dipantai nampu ada sebanyak 25 gubuk dan warung di tepi pantai itu. Sebanyak 15 di antaranya telah hancur. Sebanyak 10 warung selamat karena berdiri di atas tebing pantai.

Para nelayan berhenti melaut paling tidak sampai bulan depan. Mereka diperingatkan oleh rekan-rekan nelayan dari Kabupaten Cilacap agar berhati-hati. Bahkan, hempasan ombak telah mematahkan sayap (cadik) salah satu perahu yang telah diangkat ke tepian. Namun, mereka segera  memperbaikinya sehingga tidak menimbulkan kerusakan lebih parah.

Akibatnya, nelayan tidak bisa menangkap ikan di laut lepas. Jaring-jaring yang telah dipasang pun dibiarkan tertanam di dasar laut. Mereka belum berani mengambil sebelum ombak tenang kembali.

Sementara, ombak laut yang meninggi justru membuat nelayan panen lobster. Dalam sehari seorang nelayan mampu menangkap 1/2 – 1 kilogram lobster. Nelayan mampu menangkap lobster secara tradisional dengan memasang krendet (jarring lobster) dari tebing pantai. Saat ini harga lobster jenis brintik mencapai Rp 250 000 per kilogram, lobster hijau Rp.300.000 per kilogram, dan lobster mutiara mencapai Rp.350.000 per kilogram. ([email protected])

error: Content is protected !!