Pengakuan Keris Sebagai Warisan Budaya Akan Dicabut UNESCO

0 116

infowonogiri.com-WONOGIRI-Jamasan Pusaka Mangkunegaran yang biasanya diawali dengan kirab pusaka dari Alun-alun sampai ke Lapangan Sukorejo, tahun ini dipusatkan di sekitar obyek wisata Waduk Gajah Mungkur (WGM). Kirab pusaka bertujuan melestarikan budaya dan promosi wisata.

Diharapkan bisa meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk kesejahteraan masyarakat. Seperti diungkapkan Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Wonogiri, Drs. Pranoto, MM usai Kirab Pusaka dan Parade Seni Budaya Wonogiri di WGM, Minggu (18/12).
Acara dibuka oleh Bupati H. Danar Rahmanto dihadiri Mantan Bupati Wonogiri Begug Poernomosidi dan Ketua DPRD Wawan Setyo Nugroho, serta para pejabat Muspida. Bupati berharap, kegiatan ini menjadikan Wonogiri damai dan sejahtera. “Sedaya rerangken prastawa mengeti wulan Sura menika mugi handadosna kuncaraning kutha Wonogiri warga gesang ayem tentrem gemah ripah loh jinawi kerta tata lan raharja,” sambutnya.
Upaya pelestarian ini didukung oleh Ketua Forum Boworoso Tosan Aji, Ki A Joko Suyanto yang menyatakan bahwa keris sebagai warisan budaya bangsa setiap 4 tahun sekali akan dievaluasi oleh UNESCO. “Jika tidak ada kegiatan upaya pelestarian budaya bangsa khususnya keris ini, maka pengakuan keris sebagai warisan budaya akan dicabut oleh Unesco” katanya.
Pusaka yang dijamas adalah keris ‘Kyai Worowelang’ dari Selogiri, Keris ‘Kyai Semartinandu’ dari Girimarto, Tombak ‘Kyai Totog’ dari Selogiri dan Gong ‘Kyai Ekodoyowilogo’ dari Wonogiri. Keempat pusaka itu adalah peninggalan dari Kerajaan Mangkunegara.
Sementara Kabid Kebudayaan Disbudparpora Kabupaten Wonogiri, Drs Sriyanto, MM melaporkan kirab pusaka dan parade seni budaya Wonogiri diramaikan Ruwatan Massal yang diikuti oleh 35 orang dipimpin dalang Ki Sutino Hardo Carito.
Selain kirab, juga digelar pagelaran wayang kulit, Pertunjukan Reog, lomba mewarnai untuk PAUD, TK dan SD kerjasama dengan Komunitas Kreatif Wonogiri, lomba antar Pondok Pesantren (Ponpes) oleh Asosiasi Ponpes Wonogiri, pemilihan Trend Mode Busana Sport, Busana Pesta dan Mamamia kerjasama dengan sanggar Curdefo, atraksi pembuatan keris oleh Daliman dari sanggar keris Surakarta, dan Konsultasi Pawukon. ([email protected])
error: Content is protected !!