Nelayan Lobster Hilang Dikelun Ombak

0 72

infowonogiri.com-PARANGGUPITO-Seorang nelayan ikan udang lobster, Fery Angriawan (21) dilaporkan hilang di  Pantai Mahguntur Kecamatan Paranggupito. Hingga Kamis (1/12) ayah tiga anak tersebut belum ditemukan.

Fery adalah nelayan krendet (jala melingkar-red) yang tinggal di Dusun Petir RT 01 RW 05, Desa Gunturharjo, Kecamatan Paranggupito. Dia diduga hilang terseret pada Rabu pagi (30/11) di pantai Mahguntur, Paranggupito.

Upaya yang dilakukan Tim SAR Wonogiri, Wonosari dan Pacitan hingga kini belum membuahkan hasil. Namun dikabarkan, Kamis (1/12), ditemukan jenazah di wilayah pantai Pacitan Jawa Timur, namun hilang kembali terbawa ombak.

Upaya lain yang dilakukan adalah sejumlah warga Dusun Petir berjaga-jaga di beberapa tempat. Antara lain di Pantai Kali Mirah, Desa Gudangharjo, dan Pantai Watu Lawang di Gunturharjo. Informasi dari Polsek dan Kecamatan Paraggupito, saat itu Fery mencari krungken (kerang tanpa cangkang) untuk umpan lobster.

Lokasinya di bawah tebing di bebatuan karang. Untuk menuju ke lokasi harus berpegangan pada pohon semak karena jalan menurun kecil dengan kemiringan 80 derajat dan licin. Fery bersama Rakim (30) tetanganya. Korban menghadap utara, membelakangi laut. Sedangkan Rakim menghadap ke barat. Saksi Rakim mengatakan, ia melihat tubuh Fery sedang dalam keadaan tersedot ombak.

“Rakim tidak berani menolong karena ombak besar, tinggi ombak hingga mencapai di atas kepala,” ujar saksi seperti ditirukan Kepala Dusun Petir Sutono. Saat itu sekitar pukul pukul 06.30 WIB.  Pantai selatan memang  dikenal ganas dan garang, terlebih pada pagi hari.

Fery adalah anak tunggal. Ayahnya Misri (40) dan ibunya Rusmini (35). Korban mempunyai satu istri, Wulandari (21) dan dua anak laki-laki, kembar, Fernando dan Fernanda. Akibat peristiwa itu Rusmini sering berteriak histeris sambil memanggil nama anaknya yang hilang.

Lokasi hilangnya Feri dikenal sebagai penghasil lobster di sepanjang pesisir pantai di Kabupaten Wonogiri. Harga jual lobster bervariasi antara Rp 120.000 hingga Rp 300.000 per kilo gram ke pengepul. Sebagian warga nelayan menggantungkan nasibnya dari mencari udang lobster. Namun selama ini tidak pernah ada peristiwa seperti yang dialami Fery. ([email protected])

error: Content is protected !!