Pengumuman pemutusan listrik belum saya ketahui

1 114

infowonogiri.com- -Pengumuman pemutusan jaringan listrik terhadap pelanggan yang belum membayar dirasakan belum cukup. Seperti dikemukakan oleh dua orang Kusmiyati (35) dan Ny Kromorejo (45) warga Dusun Jenggrik RT 02 RW 10 Desa Gedong Kecamatan Ngadirojo, dan Bambang Entit (48) pedagang pasar Wonogiri yang tinggal di Wonogiri Kota.

“Saya tidak tahu ada pengumuman itu. Petugas kontrol yang datang kemarin juga tidak bilang akan ada pemutusan listrik. Saya hari ini belum bayar karena repot, anak saya tiga yang kedua dan ketiga kembar,” ujar Kusmiyati, Rabu (22/11) di Ngadirojo. Sumiyati setiap hari merawat anaknya di rumah sendirian. Suaminya berkerja di luar kota. Sehingga ia tidak bisa pergi ke loket pembayaran.

Sedangkan Ny. Kromorejo mengaku lupa belum membayar listrik. Ia sendiri, mengatakan biasanya membayar listrik dua bulan sekali. “Saya tidak tahu ada pengumuman mau diputus langsung. Kalau tahu pasti saya bayar, uang juga punya,” ujarnya. Sementara, Bambang Entit berharap agar pemutusan hubungan listrik disosialisasikan secukupnya.

Petugas PLN mengatakan para pelanggan PLN yang terlanjur diputus karena belum membayar rekening lebih dari sebulan, tidak perlu khawatir. Sebab jaringan akan langsung disambung kembali setelah pelanggan bisa menunjukan rekening pembayaran  langsung dari loket resmi. Hal itu dikemukakan oleh Supervisor Teknik PT.  PLN Persero UPJ Jatisrono, Setyawan CW.

Wawan (panggilan Setyawan) mengatakan, sejak Selasa (22/11) hingga Rabu (23/11) UPJ Wonogiri dan Jatisrono digelar pemutusan dan penyambungan gropyokan oleh petugas PLN APJ Surakarta UPJ Wonogiri dan Jatisrono. Kegiatan pemutusan dan penyambungan gropyokan itu dilakukan terhadap pelanggan yang menunggak selama sebulan lebih.

Dibeberkan total penunggak rekening listrik di Kecamatan Ngadirojo ada sekira 467 titik dengan nilai kerugian sekira Rp.567 Juta. Mayoritas rumah tangga, rata-rata 450-900 VA. UPJ Jatisrono berharap, pelanggan beralih dari model pasca bayar ke pra bayar (pospid-prepaid). Tujuannya untuk memermudah PLN maupun pelanggan. Di UPJ Jatisrono baru ada 5000 titik pelanggan pra bayar (prepaid) dari 97 ribu.

Soal tudingan program tersebut kurang sosialisasi, Wawan membantah keras. Sebab sosialisasi rencana pemutusan hubungan jaringan listrik pada Senin dan Selasa kemarin, sudah disosialisasikan melalui spanduk, mobil keliling dan siaran radio swasta. “Kita sudah sosialisasi lewat radio, spanduk dan mobil keliling,” katanya. ([email protected])

error: Content is protected !!