Petani Di himbau Beralih Ke Pertanian Padi Organik

3 70

infowonogiri.com-WONOGIRI–Petani di Kabupaten Wonogiri dihimbau untuk kembali ke sistem pertanian padi organik. Hal ini ditegaskan Bupati Wonogiri H. Danar Rahmanto di sela-sela panen raya padi di lahan kelompok tani Gemah Ripah 1 Kaliancar dan kelompok tani Mekarsari Desa Jaten, Kecamatan Selogiri.

“Organik itu bukan istilah baru. Nenek moyang kita dulu bercocok tanam dengan cara organik. Sekarang ini saya mengajak petani untuk kembali ke sistem pertanian organik,” ajak Bupati.
Menurut Bupati, menerapkan pertanian organik diakui tidak mudah. Sebab permainan sistem distribusi pupuk di dalamnya. Contoh produsen pupuk maupun insektisida tentu tidak tinggal diam jika banyak petani yang beralih ke pertanian organik.
“Semangat beralih ke pertanian organik harus dimulai dari diri petani. Diharapkan lahan pertanian akan tambah subur dan bebas dari hama penyakit tanaman,” lanjutnya.
Camat Selogiri Bambang Haryanto mengemukakan lahan pertanian di wilayahnya ada seluas 2.225 Ha. Pada Masa Tanam (MT) pertama dan MT kedua, lahan yang mengalami puso seluas 1.224 Ha dengan tingkat kerugian mencapai kisaran Rp.25 miliar.
“Pada MT ketiga ini, petani Selogiri tetap berjuang menanam padi. Namun ternyata tidak mudah. Resiko tanam benih rata-rata lebih dari tiga kali akibat serangan hama virus kerdil, rumput maupun hama wereng,” jelasnya.
Ditambahkan bahwa pada MT ketiga ini, hasil ubinan pada lahan padi organik diperoleh hasil gabah kering panen 8,8 ton/Ha dengan varietas padi Cidenok. Sedangkan ubinan pada lahan padi di daerah Jaten dan Pule rata-rata mencapai 10,88 ton/Ha dengan varietas Impari 13.
 “Keuntungan petani pada panen MT ketiga tahun ini, tentu dengan dihitung tingkat naiknya harga beras saat ini, rata-rata capaian keuntungan untuk 1 hektar lahan garapan berkisar Rp 20-25 juta,” pungkasnya. ([email protected])
error: Content is protected !!