Oknum TNI Aniaya Siswa SMPN 2 Purwantoro

8 171

infowonogiri.com-PURWANTORO-Sopan santun dan tertib lalulintas di jalan raya harus tetap dijaga. Kalau tidak mampu menjaganya pasti dapat berakibat fatal. Seperti yang diduga dilakukan oleh oknum TNI Koramil Kismantoro berinisial Mm (45) warga Desa Gondang Kecamatan Purwantoro.

Anggota berpangkat Serma itu diduga telah menganiaya pelajar SMPN2 Purwantoro bernama Alfian Kusuma Aditya (AKA) (14) warga Wates Wetan RT 01 RW 05 Kenteng Purwantoro. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 16.00 Senin (24/10) kemarin, di Jl. Raya Purwantoro-Bulukerto.
Ceritanya, kedua orang itu sama-sama mengendarai sepeda motor. Mm dari arah utara. Sedangkan AKA dari arah selatan. Saat AKA sudah separuh jalan, Mm menyalip kendaraan lain di depannya, yaitu mobil Prona (enkle).
Sehingga mengakibatkan AKA kehabisan jalan. Karena terkejut ada  kendaraan dari arah berlawanan, AKA berteriak spontan. Sekali teriakan “hoeiii….,”. Mungkin juga terkejut, mungkin juga tersinggung, Mm balik arah menghampiri AKA. Saat itu juga Mm memukuli AKA.
“Saya dipukul lebih dari lima kali. Saya juga ditendang di bagian perut. Kontak motor saya juga direbut dan dilemparkan ke tengah sawah,” tutur AKA didampingi ayahnya Susanto (44) dan Sundari (40) di rumahnya, Selasa (25/10).
Akibat menjadi korban penganiayaan, AKA tidak berani pulang ke rumah. Dia memilih pergi ke rumah neneknya. AKA menderita memar pada rahangya dan sakit pada gigi gerahamnya. Oleh neneknya, AKA dikompres dan diobati ala kadarnya. Selain itu diperiksakan dan divisum oleh dokter Puskesmas.
Oknum TNI itu didampingi Koramil Kismantoro Gunawan, Selasa siang datang ke rumah AKA. Gunawan mewakili korp dan mewakili anggotanya, meminta maaf lahir dan bathin anggotanya telah berbuat salah. Menurutnya kesalahan anggotanya juga kesalahaan dia sebagai pimpinan.
Gunawan meminta agar keluarga AKA menerima maafnya dan tidak melanjutkan perkaranya sampai ke Kodim 0728 Wonogiri. Namun demikian, pihaknya tetap akan memeriksa dan memproses kesalahan annggotanya. Jika terbukti salah akan disanksi oleh atasan.
Kedua orang tua AKA, Susanto dan Sundari secara pribadi bisa menerima permohonan maaf yang disampaikan oleh Gunawan maupun Mm anggotanya. Namun secara professional pihaknya sangat menyayangkan tindakan oknum TNI berkulit hitam itu.
Bahkan Susanto mempertanyakan ideology oknum TNI tersebut. Sepengetahuannya, TNI didoktrin untuk melindungi Negara dan rakyatnya. Sebaliknya, Mm malah bertindak arogan main pukul, hanya dengan seorang anak.
“Bukankah itu melanggar UU perlindungan anak. Saya tidak pernah memukul dan menyakitinya, mencubit pun tidak pernah, lah ini kok dikaploki dan ditendang perutnya,” ujarnya berusaha merendah dan melunak. Istrinya, Sundari lebih tegas lagi. Ia tidak mau memaafkan. Tidak rela.
Susanto bertekad akan melaporkan masalah ini ke Kodim 0728 Wonogiri. Kejadian itu, disaksikan oleh bebarapa orang. Antara lain Bayu (22) warga Purwantoro, adik keponakannya Refi (13) yang kebetulan saat itu membonceng satu motor dengan AKA. ([email protected])
error: Content is protected !!