Oknum Petugas PNPM Menjadi TSK Korupsi

0 31

infowonogiri.com-WONOGIRI-Oknum petugas Program Nasional Pemberdayaan Mandiri (PNPM) Perdesaan ditetapkan menjadi tersangka pelanggaran tindak pidana korupsi seperti diatur dalam pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tindak pidana korupsi (Tipikor) oleh Kejaksaan Negeri Wonogiri. Oknum tersebut berinisial KCK (48) warga Bulukerto Wonogiri.

KCK saat itu, pada tahun 2010 menjabat sebagai Ketua Unit Pelaksana Kegiatan (UPK) Kecamatan Bulukerto. Indikasinya, oknum tersebut diduga telah mengajukan kelompok fiktif. Padahal kelompok tersebut tidak pernah mengajukan pinjaman kepada pemerintah. Akibat perbuatan tersebut kas pemerintah dirugikan sekira Rp.254 Juta.
Namun sejak terungkap masalah tersebut, beberapa bulan lalu, KCK diberhentikan sebagai Ketua UPK. “Kelompok yang tidak mengajukan pinjaman dan tidak memenuhi syarat tetapi dibuatkan laporan pertanggungjawaban,” ujar Kajari Wonogiri AKP Sukaryo didampingi Kasi Pidsus Sucipto dan Kasi Intel Imam Sutopo, Rabu (12/10) kemarin.
Dibeberkan, kesalahan KCK adalah menyalahgunakan kewenangan dengan mengajukan dana bergulir untuk kelompok perempuan. Padahal kelompok desa setempat tidak pernah mengajukan pengajuan pinjaman dana bergulir. Dalam rangka mempercepat penyidikan tersangka, Kajari telah membentuk tim penyidik perkara itu. Tim terdiri dari Imam Sutopo, Sucipto, Sri Murni dan Titik Maryani.
Mulai Rabu (12/10) tim telah mulai memanggil dan memeriksa saksi saksi. Saksi yang telah diperiksa adalah Totok Sugiyarto PNS staf di Kantor Bapermas Pemda Wonogiri. Saksi lain Kepala Bapermas Sumedi Budi Wibowo, staf Bapermas Sigit, Sekretaris PNPM Perdesaan di Kecamatan Bulukerto Ety. Namun ketiganya belum memenuhi panggilan. “Yang datang diperiksa baru Totok Sugiyarto,” kata Sucipto.
Secara terpisah, Kajari Wonogiri Sukaryo, SH. MH menandaskan, pihaknya telah memerintahkan para penyidik untuk mempercepat penyidikan para saksi perkara ini. Harapannya jika saksi saksi telah selesai diperiksa maka tersangkanya giliran diperiksa. “Kita sudah perintahkan penyidik merampukan pemeriksaan saksi-saksi. Kalau saksi sudah giliran tersangka diperiksa lalu dilimpahkan,” aku Kajari. ([email protected])
error: Content is protected !!