Kasek SD 1 Meminta Hukuman Pelaku Teror Diringankan Saja

1 34

infowonogiri.com-WONOGIRI – Meski telah diancam akan dibunuh dan gedung sekolahanya akan diledakkan dengan bom, namun Kepala Sekolah RSDBI SDN 1 Wonogiri Pamuji tidak mempunyai rasa dendam terhadap orang yang mengancamnya. Sebaliknya Pamuji berharap polisi memberikan hukuman seringan-ringannya terhadap Marno (29) pengirim pesan singkat (SMS) ancaman bom.

Pamuji menyatakan merasa kasihan terhadap Marno. Apalagi tempat tinggal Marno bersebelahan dengan Gedung SDN 1. “Marno sudah menemui saya, dia mengaku hanya iseng. Dia juga sudah meminta maaf. Sayapun sudah memaafkannya. Saya sama sekali tidak dendam,saya justru kasihan. Dia harus berpisah dengan keluarga untuk menjalani proses hokum. Saya berharap hukumannya ringan,” kata Pamuji.
Selain itu, Pamuji berkeingingan agar perkara itu dihentikan, jika hal itu memungkinkan. Harapannya agar Marno bisa kembali bersama keluarganya. Namun Pamuji sadar hal itu jauh dari kemungkinan. Pamuji paham bahwa terror adalah musuh bersama masyarakat dan kepolisian. “Tanggung jawab polisi melayani menganyomi dan melindungi masyarakat agar aman dan tenteram,” katanya.
Pamuji secara pribadi menginginkan perkara ini dihentikan. Pamuji menganggap masalah ini selesai. “Kasihan Marno. Kalau saya tahu yang mengirimkan SMS itu dari Marno, mungkin tidak akan begini jadinya. Masalah ini sudah menjadi kewenangan polisi. Saya harus menghormati proses hukum,” ujarnya seperti menyesali meski Pamuji tidak bersalah.
Sementara Kapolres Wonogiri AKBP Ni ketut Swastika menandaskan, penyidik perkara ini tertap berjalan terus sesuai aturan. Menurut Kapolres tindakan Marno dan keponakannya Wiyanto (19) menimbulkan keresahan. Soal perasaan kasihan, adalah pertimbangan kemanusiaan. Polisipun memerpertimbangkan itu. “Secara kemanusiaan, kita juga punya, tapi nanti hakim yang memutuskan,” katanya.
Dalam rangka mempercepat penyidikan pekara itu, Rabu (26/10) digelar pra-rekonstruksi. Adegan pertama, Marno meminta nomor telepon Pamuji kepada Agus Wiranto, Ketua RT-nya. Lalu Marno mengirim SMS ke nomor HP Wiyanto di depan emperan rumah timur SDN1. Wiyanto ditugasi untuk meneruskan SMS ke nomor HP Pamuji.
Adegan lain di rumah Wiyanto di Desa Karangjoho, Daleman, Nguter, Sukoharjo Wiyanto. Terakhir adegan Marno mengirimkan SMS ke Wiyanto lagi yang isinya agar Wiyanto memusnahkan kartu telpon yang digunakan untuk mengirim SMS terror kepada Pamuji. Saat itu SDN1 sudah geger. Marno dari rumahnya di Jl. Salak, Kelurahan Giripurwo, menyaksikan polisi “mencari bom” di belakang SDN 1, Rabu (19/10).
Asal tahu Resmob Satreskrim Polres Wonogiri berhasil menangkap pelaku terror bom di SDN1, Senin (24/10) malam lalu. Marno meneror Pamuji karena anaknya tidak diterima di SDN1. Polisi menangkap dua orang Marno dan Wiyanto. Karena ketakutan terror bom, sekolah memutuskan aktifitas sekolah dibubarkan lebih awal. ([email protected])
error: Content is protected !!