Guru SD Dibui Karena Menghamili Cewek Belum Cukup Umur

3 92

infowonogiri.com-WONOGIRI-Seorang guru SD bernama Krismanto (22) warga Dusun Ngambartawang Desa Watuagung Kecamatan Baturetno berhasil ditangkap polisi setelah sempat kabur sebulan ke Jakarta. Guru berstatus wiyata bhakti itu dituduh telah menyetubuhi seorang perempuan belum cukup umur, berinisial Spt (17) warga Watuagung Baturetno Wonogiri.

Krismanto ditangkap Selasa malam (11/10) lalu di rumahnya. “Dia sempat kabur ke Jakarta sejak dilaporkan ke polisi pada 23 September 2011 silam,” kata Kapolres Wonogiri AKBP NK Swastika SIK, didampingi Kasatreskrim AKP Sugiyo melalui Kaurbinops Sukadi, Kamis (13/10) di kantornya. Dijelaskan Sukadi, perbuatan cabul itu dilakukan berulang-ulang di rumah korban.
Modusnya, Krismanto dan Spt mulai kenal sejak awal 2010 silam. Krismanto mendapatkan nomor telpon Spt dari kawannya. Sejak saat itu hubungan pelaku dan korban kian akrab. Hingga suatu ketika, tepatnya Juli 2010 silam, Krismanto datang ke rumah Spt pada siang hari. Saat itu orang tua Spt tidak ada di rumah.
Karena tidak ada orang lain di rumahnya. Keduanya making love (ML) sampai melampaui batas. Kali pertama dilakukan tidak ada masalah. Orang tuanya juga tidak mengetahuinya. Rupanya, service Spt numani sehingga Krismanto merayu lagi untuk mengulanginya. Keduanya sama-sama ketagihan, hingga akhirnya terjadi kali keduanya di rumah Spt, saat rumahnya sedang kosong.
“Kali terakhir terjadi Mei 2011 lalu. Sejak saat itu dia tidak pernah lagi melakukan. Penyebabnya, Spt pergi merantau ke Jakarta, sedangkan Krismanto tetap tinggal di Desa mengajar di SD,” terang Sukadi. Belakangan, ternyata perut Spt tembah bengkak. Hasil pemeriksaan dokter kebidanan, dipastikan Spt telah hamil 6 bulan.
Akhirnya Spt dan orang tuanya melaporkan Krismanto ke Mapolsek Baturetno, pada 23 September silam. Mendengar kabar dirinya telah dilaporkan ke polisi, Krismanto memilih kabur dari rumah. “Laporan sebenarnya sudah lama, namun pelaku kabur. Nah kemarin dia pulang langsung ditangkap polisi,” terang Sukadi lagi.
Krismanto kepada infowonogiri.com mengakui perbuatannya. Dia menyadari telah berbuat salah menindih kekasihnya tanpa memilik surat ijin menikah terlebih dahulu. Karena itu dia menyatakan siap bertanggung jawab untuk menikahinya.
“Saya mengakui sudah berbuat berulang kali. Beberapa kali pakai kondom. Tapi saya pernah berbuat lupa tidak pakai kondom, ternyata pacar saya terlambat (tidak mesntruasi,) sehinga hamil. Saya sebenarnya siap menikahinya, tetapi orang tua saya tidak setuju kalau saya menikah,” ujar Krismanto. Krismanto berjanji akan merayu orang tuanya agar luluh dan menyetujuinya. ([email protected])
error: Content is protected !!