Pelabuhan Waru Berpeluang Dongkrak Ekonomi Nelayan

0 72

infowonogiri.com-WONOGIRI-Pantai Waru di Desa Gunturharjo, Kecamatan Paranggupito, Wonogiri rencananya akan dibangun menjadi pelabuhan perikanan. Jika terlaksana pelabuhan itu diyakini mampu memfasilitasi nelayan lokal. Selama ini nelayan lebih banyak melabuhkan perahu di Pantai Sadeng, Yogyakarta. Pantai Waru dipilih karena dinilai paling cocok diantara pantai lain di Wonogiri.

“Pemkab telah berupaya membangun pelabuhan perikanan di Pantai Klotok, kecamatan setempat. Karena tidak layak rencana pembangunan dipindah ke Pantai Waru. Pantai Waru ternyata lebih baik. Ombaknya tidak terlalu besar dan pantainya landai. Pelabuhan Waru menjanjikan peningkatan ekonomi masyarakat nelayan,” kata Sariman Camat Pracimantoro, Sariman Rabu (12/8) kemarin.

Di sana ada sekitar 125 orang nelayan di Kecamatan Paranggupito. Sebanyak 15 nelayan diantaranya nelayan terampil perahu dan kapal. Lainnya merupakan nelayan yang hanya menggunakan pancing atau jaring. Perahu nelayan disana terdapat empat unit dan sebuah perahu emergensi milik SAR.

Dengan dibangunnya pelabuhan, nelayan akan mudah menjual ikannya di Pantai Waru. Mereka tidak perlu menjual ke Pantai Sadeng, Yogyakarta. Namun di pantai tersebut terdapat beberapa batu besar. Batu-batu besar itu telah disingkirkan menggunakan eskavator Pabruari lalu dibiayai oleh Bupati Danar Rahmanto. Namun karena hempasan ombak, sebagian kecil batu itu kembali lagi ke pantai.

Ranto, seorang nelayan Dusun Ngringo, Desa Gunturharjo mengatakan, pantai itu memang lebih cocok dibanding beberapa pantai Wonogiri lainnya. Sebab, jarak antara bibir pantai dengan lautan tidak terlalu jauh. “Kalau di Pantai Nampu, jaraknya jauh dan banyak pasirnya, sehingga perahu harus didorong dulu sampai jauh ke tengah,” katanya.

Di sisi lain, Pantai Waru hanya bisa disandari perahu saat musim hujan (sekitar Oktober-Maret). Pada musim tersebut, ombak tidak terlalu besar. Tetapi di musim kemarau seperti sekarang, ombak sangat besar, sehingga perahu tidak berani melaut. “Sekarang tidak ada yang berani melaut karena bahaya jika perahu terkena karang pasti pecah,” ujarnya. Saat musim melaut tiba, nelayan dari daerah lain datang mencari lobster yang banyak di Pantai Waru ini. ([email protected])

error: Content is protected !!