Ajari anak tarawih tanpa kemarahan dan kekerasan

0 47

infowonogiri.com-WONOGIRI-Kultum shubuh Sabtu (13/8) di masjid al furqon wonogiri menampilkan ustad supardi spd. Dalam ceramahnya dia menjelaskan topik tentang mendidik anak. Selama ini bnyak yg  keliru dlm mendidik anak berkaitan  pelaksanaan shalat isya dan tarawih berjamaah. Banyak terjadi orang tua mengganggap atau menilai anak-anak  mengganggu aktifitas ibadah sebagian orang tua saat ibadah tarawih di masjid.  Misalnya ulah anak yang tidak bisa tenang di masjid.  Sehingga  kemudian tidak jarang orang tua atau yg merasa lebih tua atau  dewasa berusaha mengarahkan anak-anak tersebut.

Namun tidak jarang orang tua salah dalam mendidik anak,  dikarenakan orang tua tersebut patut diduga tidak menguasai ilmu  mendidik anak dan tidak menguasai psikologi anak. Supardi  mencontohkan, kesalahan orang tua salah dalam mengarahkan anak  saat pelaksanaan shalat isya dan tarawih, anak-anak dilarang  menempati shaf terdepan, anak-anak dinilai mengganggu jamaah orang  tua. Kemudian orang tua berusaha mengarahkan anak agar menempati shaf paling belakang.

Contoh lain banyak anak-anak  melaksanakan shalat dengan bermain-main bersama teman-temannya. Inipun  pasti sangat mengganggu para jamaah yg lebih tua.  Kemudian orang yg lebih tua dan bahkan org tua anak tersebut  memarahi dan bahkan mengancam anak tersebut. Tidak jarang orang tua kemudian mencubit atau memukul anaknya ketika sampai di rumah. Bahkan mengancam anaknya berangkat lagi ke masjid. Dengan harapan anak-anak tidak akan bermain-main lagi. Tetapi faktanya masih saja terjadi kegaduhan anak dalam pelaksanaan shalat jamaah di masjid selama puasa ramadhan ini.

Supardi menjelaskan dalam mendidik anak, orang tua harus memahami ilmu psikologi. Pertama kenakalan anak-anak pada pelaksanaan shalat di masjid adalah fenomena yg terjadi dimanapun, tidak hanya terjadi  di masjid al furqon. Perlu di ketahui ada empat sifat anak. Pertama, anak mempunyai sifat egoisme yg sangat tinggi  sehingga anak sama sekali tdk bisa diatur dan dikekang. Kedua, anak itu mempunyai sifat sangat aktif, sehingga anak tidak bisa tenang.  Ketiga,  semua anak suka bermain sehingga anak tidak bisa diam,  semua waktunya akan dihabiskan untuk bermain dengan hal-hal yg menyenangkannya. Dan keempat, adalah anak mempunyai rasa ingin mengetahui dan mencoba yang  sangat tinggi.

Intinya menurut supardi agar orang tua tidak  salah dalam mengarahkan anak maka pelajarilah ilmu mendidik  anak dan selamilah karakter dan sifat-sifat anak. Jangan lupa pula  pelajari cara mendidik anak seperti yang di contohkan  nabi Muhammad. SAW. Ada sebuah contoh tentang cara  nabi  menyikapi anaknya pada pelaksanaan shalat. Pernah  suatu ketika nabi sedang sujud dalam shalat anaknya naik ke punggungnya, saat duduk anaknya tetap dalam gendongnya dan  demikian juga pada saat nabi berdiri anknya masih tetap dalam  gendongannya. Tetapi nabi tidak memarahi anknya dan tidak  mengusir anaknya dari barisan shalat jamaah nabi. Selamat  mencoba mendidik anak dengan cara yang baik sesuaikan dengan  karakter masing masing anak. Kata kuncinya jangan marahi  anak! ([email protected])

error: Content is protected !!