Seribuan Guru PAUD Ingin Diangkat Menjadi PNS

2 114

infowonogiri.com-WONOGIRI- Banyak orang mendambakan diri bisa diangkat menjadi pegawai negeri sipil (PNS) termasuk diantaranya keiinginan para guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kabupaten Wonogiri. Jumlah guru PAUD di kota Sukses ada sebanyak 1.469 orang. Nah sebagian besar guru PAUD swasta dan masih berstatus bersekolah. Mereka mengajar di 457 sekolah PAUD.

Mereka sebagian besar mengeluhkan nasib mereka. Fasilitas sebagai guru PAUD di kota sukses minim fasilitas dan penghasilan jauh dari mencukupi. Bahkan, beberapa diantaranya berpenghasilan kurang dari Rp.100.000 dan maksimal Rp.150.000 per bulan. Itu dikemukakan oleh para guru PAUD di hadapan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Jawa Tengah, Poppy Sudarsono di Aula SMP Muhammadiyah 8 Wonogiri, Selasa (19/7/11) pada acara temu wicara guru PAUD.

“Kami berharap bantuan untuk menambah fasilitas, seperti buku perpustakaan, permainan edukasi, serta fasilitas untuk guru agar mampu menghasilkan ide-ide kreatif dalam mendidik anak,” Siti Masitoh, guru PAUD Kecamatan Purwantoro. Demikian halnya dikemukakan oleh Yuni, guru TK dari Kecamatan Girimarto. Dia mengaku sudah lama menjadi guru TK. Namun belum memiliki Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK). Padahal, Yuni sudah empat kali mengajukannya.

Hal yang sama dikemukakan Partini, guru PAUD Purworejo, Wonogiri. Dia ingin diangkat sebagai guru PNS. “Saya sudah lima tahun menjadi guru TK tetapi tidak dapat uang insentif,” katanya. Bahkan menurut Kepala Dinas Pendidikan, Suparno mengemukakan banyak guru swasta yang sudah menjalani selama 20 tahun, namun mereka tetap bertahan diatas keprihatinan.

Namun Dia mengaku tidak bisa berbuat banyak karena APBD Wonogiri tidak menganggarkan banyak. “Ada ribuan guru PAUD dan TK yang belum memperoleh NUPTK. Dari 1.469 guru PAUD di Wonogiri, belum satupun diangkat menjadi PNS. “Kami terus memperjuangkan NUPTK untuk guru PAUD dan TK. NUPTK itu menunggu pembenahan sistem komputerisasi on line,” terangnya.

Menanggapi keluhan rakyatnya, Poppy Dharsono mengemukakan guru-guru PAUD harus bisa menggantikan peran ibu. Hal itu memerlukan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) guru PAUD agar mampu mendidik anak. “Saya juga ingin mempunyai pelatihan agar SDM perempuan meningkat untuk mendidik anak,” ujarnya. ([email protected])

error: Content is protected !!