Pasangan selingkuh dibina di Mapolres Wonogiri

0 94

infowonogiri.com-  WONOGIRI-Sebanyak sepuluh pasangan pria dan wanita yang bukan suami istri dan empat wanita yang diduga pekerja seks komersil digropyok oleh tim gabungan lengkap Polres  Wonogiri, Rabu (27/7/11) di sejumlah hotel di Wonogiri.

Diantara pasangan tersebut adalah adik ipar anggota DPRD Kabupaten Wonogiri berinisial RA (27) mahasiswa asal Kismantoro yang berpasangan dengan B (32) pengusaha asal Tirtomoyo.  Sedangkan perempuan yang sedang hamil delapan bulan adalah berinisial Sri (29) warga Joho RT 04 RW 01 Mojolaban Sukoharjo yang berpasangan dengan Ben (30) warga Balewerti RT 03 RW 01 Pasar Kliwon Sukoharjo.

Sedangkan perempuan yang berstatus sebagai bidan adalah End (46) Ploso Desa Kedunggupit Sidoharjo dengan Kardi (45) Tambak Merang Kecamatan Girimarto. Pasangan lain ada yang tukang pijat Sar (56) warga Songbledek Kecamatan Paranggupito dengan Yatmorejo (69) Kepuhsari Manyaran Wonogiri.

Pasangan lainnya adalah Sis (45) Polokarto Mranggen Kabupaten Sukoharjo dengan Har (25) Polokarto Mranggen Sukoharjo. Wiy (38) Tegalsari Ceper Klaten dengan Sulistiyani (40) Mojosongo Boyolali. Tris (26) Juwiring Kabupaten Klateng dengan Harsi (33) Gertan Bendosari Kabuapten Sukoharjo.

Yang lainnya berinisial Sup (41) Karanglowetan Gebangharjo Pracimantoro dengan Wahyu Karanglowetan Gebangharjo Pracimantoro, dan Suw (29) warga Pandeyan Jatisrono  dengan Yur (29) warga Ledokharjo Kebonagung Sukoharjo. Sementara empat perempuan yang diduga pekerja seks komersil adalah berinisial May (31) Molokamanis Kecamatan Ngadirojo, Las (32) Bulakharjo Kabupaten Sukoharjo, Par (28) Kalinyamatan Jepara, Santi (24) Jatinom Jatisrono Wonogiri.

Kapolres Wonogiri AKBP Ni Ketut Swastika didampingi Kabagops AKP Tariyo dan Kasubag Humas AKP Supriyadi menjelaskan bawha mereka tertangkap basah sedang berada di di dalam hotel kelas melati di wilayah Wonogiri. Saat itu anggotanya tengah melakukan operasi pekat. Setelah tertangkap oleh tim mereka digiring ke ruang Opsnal Mapolres Wonogiri. Di Mapolres mereka didata identitasnya dan dilakukan pembinaan.

Pada awalnya mereka membantah berselingkuh. Bahkan ada yang berani mendatangi Kapolres dengan alasan mereka sedang melayani pijat, bukan bermesum ria atau berselingkuh.  Tukang pijat ini beralasan, tidak bisa melayani pijat di rumah pasangannya.

Sementara yang perempuan yang adiknya anggota DPRD Wonogiri beralasan hanya sekedar mampir kencing dalam perjalanan ke Wuryantoro. “Saya mau mampir masjid untuk kencing dan shalat, tapi gak ada masjid, akhirnya saya mampir hotel sewa kamar sejenak, sekalian istirahat sebentar,” ujar Ir mahasiwa yang selingkuh dengan pengusaha.

Sementara wanita yang sedang hamil 8 bulan mengaku dirinya hamil dengan selingkuhannya itu. Pria selingkuhannya menurutnya mau bertanggungjawab. Lalu selingkuhannya meminta pertemuaan dengannya. “Tapi suamiku tidak tahu jika kehamilannya dengan selingkuhan saya. Selama ini tidak ada masalah dengan suaminya,”

Kapolres menyangkan kepada para wanita ini. Kapolres merasa kasihan para perempuan telah menjadi korban lelaki. “Ya ampun mbak, masa mau dibohongi laki-laki. Kasihan suami mbak. Apalagi suami tidak tahu mbak hamil dengan selingkuhan,” tandas Kapolres. ([email protected])

error: Content is protected !!