Ditinggal Jagong, Istri Selingkuh

1 102

infowonogiri.com-WONOGIRI-Wiwik Suprapti (31) patut diduga bukan sebagai istri setia. Bagaimana tidak? Buktinya, belum lama ditinggal pergi oleh suaminya, dia diduga berselingkuh dengan pria idaman lain (PIL), Arsirat Damarjati (33) warga yang tinggal sementara di Mento Wonoharjo Wonogiri, terkadang Arsirat juga tinggal di Jatimulyo Jatipuro Karanganyar.


Namun apes, perbuatan zina yang dilakukan Wiwik dan Arsirat Damarjati ketahuan oleh warga tetangganya di Dusun Gebang Kulon RT 02 RW 11 Desa Wonoharjo Kecamatan Wonogiri. Warga menangkap basah sekira pukul 02.00 Selasa (7/6/11) dinihari kemarin.Informasi yang dihimpun dari Kepolisian, sekira pukul 05.00 Wiwik – Arsirat diamankan ke kantor Kepolisian Sektor Kota (Polsekta) Wonogiri. Sampai siang kemarin keduanya masih menjalani pemeriksaan penyidik Polsek.

Kapolres Wonogiri AKBP Ni Ketut Swastika melalui Kapolsek Wonogiri Kota AKP Hadijah Sahab mengemukakan, pihaknya mendapatkan laporan penggrebegan itu pada pagi hari. “Lokasi kejadian kebetulan dekat rumah anggota polisi. Kedua pelaku diamankan polisi di lokasi kejadian, sekira pukul 05.00 kita langsung menjemput pelaku ke kantor untuk dimintai keterangan,” katanya.

Arsirat Damarjati kepada wartawan ini, mengakui ia telah berselingkuh dengan Wiwik. Hubungan Wiwik dimulai sejak beberapa bulan silam. Arsirat berkenalan dengan Wiwik karena pernah bekerja memperbaiki antenna parabola televisi miliknya. Saat itulah keduanya kian akrab. Arsirat mengakui sudah dua kali berzina dengan Wiwik.

Perbuatan itu dilakukan di Wiwik saat suaminya sedang tidak di rumah. Malam kemarin, Arsirat mengaku datang atas undangan Wiwik. “Saya diberitahu Wiwik, suaminya pergi keluar kota, jagong mantenan kerabatnya di Lampung,” tutur Arsirat tampa malu. Arsirat mengaku sudah dua kali berzina dengan Wiwik sebanyak dua kali.

Kronologisnya, Arsirat datang pada pukul 17.00, Senin (6/6/11) lalu. Beberapa jam kemudian dia pergi. Sekira pukul 21.00, Arsirat datang lagi ke rumah Wiwik. Arsirat malam itu mengajak temannya bernama samara Ngosos dan Suroto, namun tidak lama kemudian keduanya pergi. Sementara Arsirat tetap berada di rumah Wiwik, sampai pagi hari.“Saya mau pulang tidak bawa kendaraan, dari pada dikira maling, saya menginap. Kebetulan memang Wiwik mau curhat sama saya, saya juga mau pergi ke Lampung,” kata Arsirat. Malam itu Arsirat dan Wiwik hanyut dalam asmara. Namun dia tidak menyadari, perbuatan mereka ternyata diintai oleh warga setempat.

Tepat sekira pukul 01.30 warga mendobrak pintu rumah Wiwik. Wiwik awalnya mengaku tidak ada orang lain yang bermalam di rumahnya. Namun warga tidak percaya. Warga berusaha menggeledah isi rumah. Arsirat berhasil ditemukan sedang bersembunyi di sebuah kamar kosong.

Merasa emosi, warga menghakimi Arsirat. “Ada lima belas orang yang memukuli saya, satu persatu setiap ada yang datang memukul saya, saya mengakui salah dan saya siap bertanggungjawab,” tutur Arsirat. Akibat penganiayaan tersebut, Arsirat menderita luka memar di mulut dan pelipisnya([email protected])

error: Content is protected !!