Kematian Ibu Bersalin Mencapai 50 Orang

0 68

WONOGIRI-Kondisi Kesehatan Ibu dan Anak pasca persalinan masih sangat memprihatinkan. Di Indonesia angka kematian ibu karena persalinan mencapai 50 orang dalam setiap hari atau paling tidak mencapai dua orang perjam, karena proses persalinan atau sesudah persalinan. Itu terungkap dalam seminar sehari bertema “Upaya Penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Gor Giri Wahana Wonogiri, Minggu (16/1) kemarin.

“Kondisi kesehatan di negeri ini sangat memprihatinkan. Angka kematian ibu masih sangat tinggi mencapai 307 kematian pada saat persalinan dari setiap seratus ribu kelahiran hidup. Dalam hitungan perbandingan angka kematian ibu karena persalinan adalah 1 banding 65 kelahiran,” kata Ketua Panitia Seminar Siti Murwani yang juga Kepala Puskesmas Baturetno.

Dibeberkan, jumlah AKI di Wonogiri tahun 2008 ada 113,96 /100.000 Kehamilan, AKB 12,32/1000 Kehamilan.  Sedangkan Angka Kematian Anak Balita (AKABA) 14,03/1.000 Kehamilan. Tahun 2009 AKI ada 100,04 / 100.000 Kehamilan, AKB 9,86 /1000 Kehamilan dan AKABA ada 11,15 / 1000 Kehamilan. Dan tahun 2010. Cenderung AKI 86,9/100.000 Kehamilan, AKB 12,24/1000 Kehamilan. “Jadi cenderung menurun dari tahun ke tahun.

Dalam seminar kemarin, menghadirkan Dr Soerjo Hadijono dari dr Praktikto Widodo. Dr Soerja memberikan materi pengelolaan komprehensif kegawatdaruratan dan obestetri. Sedangkan dokter Pratikto menyampaikan materi resiko kematian janin pada ibu hamil dengan obesitas. Menurut praktikto, obesitas bagi ibu hamil meningkatkan resiko kematian lebih tinggi pada bayi yang di kandungnya dibandingkan.

Bahkan ibu hamil yang mengidap obesitas rentan melahirkan bayi yang rentan penyakit. Oleh karena itu disarankan agar ibu hamil membatasi diri dari obesitas dengan toleransi peningkatan berat badan makasimal 5-8 kg saja. Kesimpulan tersebut berdasarkana penelitian yang dilakukan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Creighton Omaha New York. “Penelitiannya berbasis data tahun 1988, prefelensi dan rata rata pertambahan berat badan sudah meningkat, sementara angka kematian bayi sudah menurun,” katanya.

error: Content is protected !!