Dua Jari Tangan Terluka Pisau Gergaji Berakhir Tewas

1 187

WONOGIRI-Kecelakaan kerja hingga meninggal dunia dialami oleh kuli graji srekle bernama Marsun (38) warga RT 02 RW 03 warga Dusun Crabak Desa Gambiranom Kecamatan Kismantoro. Penyebabnya, kedua jarinya terluka karena terkena mata gergaji yang digunakan untuk memotongi kayu di Desa Kedawung Kecamatan Kismantoro.

Peristiwa tersebut terjadi Sabtu pagi sekira pukul 09.00 (8/1) lalu. Korban meninggal dunia sekira pukul 23.30 di Rumah Sakit Amal Sehat Selogohimo. Minggu (9/1) pagi jenasah korban dimakamkan di pemakaman umum di kampungnya. Korban meninggalkan satu istri bernama Nanik (35) dan dua anak berumur 12 tahun dan 4 tahun.

Kepala Desa Gambiranom Darmaji, menceritakan, Marsun sehari hari bekerja sebagai tenaga kuli mesin gegaji srekel. Saat itu dia berkerja bersama Bibit, Purwanto dan Yatman. Marsun bertugas mendorong kayu dari arah depan. Diduga lengah, jari tangannya terkena piringan mesin graji srekel hingga terluka. “Korban tidak pingsan tapi lukanya sampai tulang jarinya,” ujar Darmaji.

Tidak lama setelah kejadian korban dilarikan ke Puskesmas Purwantoro untuk dilakukan pertolongan pertama. Dari Puskesmas Purwantoro, Marsun dirujuk ke RS Amal Sehat Slogohimo. “Sampai di rumah sakit kondisi Marsun masih sadar dan normal. Oleh dokter, Marsun disarankan untuk operasi, namun belum sempat dioperasi Marsun dinyatakan meninggal dunia,” tutur Darmaji.

Penanggung jawab RS Amal Sehat Slogohimo dr H Rosyid Ridlo sudah dikonfirmasi koran ini. Dia membenarkan ada pasien kecelakaan kerja bernama Marsun yang akhirnya meninggal di RS Amal Sehat. Pasien tersebut ditangani oleh dokter Yossi. Menurut rencana pasien tersebut akan menjalani operasi. Sebelum dioperasi telah dilalui sesuai prosedur medis.

“Sebelum dioperasi, pasien dan keluarganya sudah diberi penjelasan, dan bisa memahami. Insya Allah penanganan medis di rumah sakit kami sudah sesuai prosedur. Namun belum sempat dioperasi pasien akhirnya meninggal dunia. Keluarganya sudah gak ada masalah dan telah menerima kematian itu sebagai takdir. Antara rumah sakit dan keluarganya sudah saling pengertian, tidak ada saling menuntut dan menyalahkan satu sama lain,” pungkasnya. (bsr)

error: Content is protected !!