Badai Angin Hantam 3 Kecamatan 34 Rumah Rusak Ribuan Pohon Tumbang

0 51

WONOGIRI-Badai angin bertekanan rendah dan berkecepatan dahsyat menghantam Kecamatan Nguntoronadi, Slogohimo dan Jatipurno. Akibatnya ada 34 rumah rusak ringan dan berat serta ribuan pohon tumbang. Jaringan listrikpun sempat padam lima jam.

Laporan dari Kasi Ketentraman dan Ketertiban (Trantib) Kecamatan Nguntoronadi, melaporkan di wilayannya angin topan merusak 20 rumah warga di Dusun Belikrejo Desa Gebang. Terjadi pukul 14.00 Kamis (13/1). Sebelum angin rebut datang, diawali hujan gerimis disusul angin super kencang.

“Rusak berat ada 8 rumah, rusak sedang ada 6 rumah dan sisanya rusak ringan,” lapor Slameto Sudibyo Camat Nguntoronadi melalui Kasi Trantib Sumaryanto. Rumah yang rusak berat milik Yanto, Suyadi, Narto, Tukijan, Wakiyem, Ngadino dan Mintorejo.

Rumah yang rusak sedang milik Sarman, Sarti, Saminem, Kadiyo, Gino, Mulyadi. Dan, yang rusak ringan milik Warno, Supardi, Jono, Karso Deli, Sutiyo dan Supri. Kerusakan rumah mereka mayoritas pada bagian atapnya. Disebabkan disapu angin dan tertimpa pohon tumbang. “Pohon yang tumbang 50 batang lebih,” katanya, tapi belum menghitung kerugiannya. Jumat (14/1) warga Belikrejo bekerja bhakti beres beres puing kerusakan. “Listrikpun sudah menyala. Korban jiwa tidak ada,” tandasnya.

Laporan angin rebut di Jatipurno dan Slogohimo terjadi di 6 Dusun di 6 Desa sekira pukul 07.00 Rabu (12/1). Ada 12 rumah rusak pada atapnya, karena ditiup angin dan tertimpa pohon tumbang. Kerugian mencapai Rp. 47 juta. Dialami Karso Wariman (67) warga Bulurejo, Klunggen, Slogohimo dan Tukarmo Mardi (70) warga Pucung, Balepanjang, Jatipurno. Kedua rumah roboh bagian dapurnya.

Kasi Trantib Kecamatan Slogohimo Jarno melaporkan bencana alam itu mengakibatkan atap rumah rusak dan ratusan pohon besar dan kecil patah dan roboh. “Tidak terlalu parah dan sudah diperbaiki sendiri, wargapun tetap menempati rumahnya,” katanya.

Terpisah Kepala Dinas Sosial, Suharno melaporkan bantuan logistic sudah dikirimkan ke lokasi bencana alam. “Bantuan senilai Rp.19 juta untuk bencana angin rebut, banjir dan longsor di Nguntoronadi, Kismantoro, Puhpelem, Girimarto dan Batuwarno. Bantuan untuk Jatipurno dan Slogohimo menyusul,” terangnya.

Ketua harian PMI Cabang Wonogiri melaporkan telah mengirimkan bantuan 81 paket masing masing Rp.500 ribu dan 56 paket senilai Rp.250 ribu. Berupa paket logistik dan uang. Bantuan itu dikirimkan untuk bencana alam di Nguntoronadi, Slogohimo Kismantoro, Puhpelem, Girimarto dan Batuwarno sebanyak 89 paket.

RIBUAN HUTAN PINUS RATA TANAH

Bencana alam menimpa pula Hutan Pinus milik Perhutani di Resort Pemangku Hutan (RPH) Plalar, Kuryo, dan Watukempul di Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan Lawu Selatan. Pepohonan di dua wilayah itu bertumbangan, Selasa, Rabu dan Kamis (13/1) lalu. Jumlah pohon yang tumbang mencapai ribuan. Terbanyak di RPH Plarar di Turut Balepanjang, Jatipurno.

Penyebannya akibat angin topang. Jumlah pohon yang tumbang belum terdata pasti. Namun diyakini mencapai ribuan pohon pinus berdiameter 120-an sentimeter. Pohon yang tumbang rata rata patah pada bagian batang pohon yang disadap getahnya.

Mantri Kepala Resort Pemangku Hutan, Sugeng melaporkan, luas lahan Perhutani di RPH Plarar ada 42,8 hektare. Terdiri dari empat petak. Pohon yang tumbang adalah hasil penanaman tahun 1977. Kedepan segera disiapkan benih pinus untuk ditanam.

Sementara Asisten Perhutani BKPH Lawu Selatan Sulhadiyanto melaporkan pepohonan pinus yang tumbang terjadi di enam petak di dua RPH. Dua petak di Kuryo dan empat petak di Watukempul. Jumlah pohon yang tumbang belum didata karena minim petugas. (bsr)

error: Content is protected !!