Petani Tewas Diserang Tawong Gung

0 63

WONOGIRI-Dua hari, Minggu (12/10) dan Senin (13/12) kemarin wilayah Kecamatan Jatipurno dan Slogohimo gempar, menyusul ditemukan mayat manusia dalam keadaan bengkak di Hutang Gentungan Dusun Ngrenak Desa Kembang Kecamatan Jatipurno.

Belakangan mayat tersebut diketahui bernama Saidi (60) warga Dusun/ Desa Sokoboyo RT01 RW 02 Kecamatan Jatipurno. Sebelumnya, Saidi telah dilaporkan hilang ke Mapolsek Slogohimo. Kerabat dibantu perangkat desa dan tetangganya telah berusaha mencari Saidi selama dua 2 x 24 jam, dan akhirnya ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa.

Senin (13/12) kemarin, sekira pukul 08.00 jajaran Polsek Jatipurno dan Polsek Slogohimo mengevakuasi korban. Korban ditemukan di lereng tebing curam. Posisi korban saat ditemukan dalam keadaan tertupup sampah dedaunan kering di hutan Gentungan. Tubuh korban kemudian diperiksa oleh petugas medis Puskesmas Jatipurno.

Hasil pemeriksaan, korban meninggal akibat diserang lebah (tawon) sejenis tawon gung. Tawon yang menyerang diyakini berjumlah ribuan. Hasil olah TKP Polsek Jatipurno dan Slogohimo, di sekitar lokasi kejadian ditemukan tiga koloni tawon gung yang besarang di pepohonan. Panjang sarang tawong berukruan besar rata rata sepanjang 3 meteran.

Di tubuh korban ditemukan ratusan sengat lebah yang menancap di sekujur tubuhnya. posisi korban yang tertutup dedaunan, dipastikan karena beusaha melindungi diri dari serangan, namun gagal. Bahkan diperkirakan korban sempat berlari menyelamatkan dari, namun gagal. “Korban meninggal disengat tawon berbisa dan beracun, sejenis tawon gung” ujar Kapolres Wonogiri melalui Kapolsek Jatipurno AKP H Nur Akhmad Khalis.

Sementara Camat Slogohimo Budi Susilo melalui Kaur Ketentraman dan Ketetiban Jarno, melaporkan, Saidi pergi dari rumah pukul 06.00 Minggu lalu. Pamitannya pergi mencari rumput. Sampai Minggu sore, suami Sini (50) itu belum kembali. Keluarga, kerabat perangkat desa Sokoboyo bersama mencari Saidi. Namun sampai tengah malam tidak berhasil ditemukan.

Pada Senin (13/12) pagi hari, proses pecarian dilanjutkan mulai pukul 05.00. Sekira pukul 07.00 korban ditemukan. Saksi yang menemukan Sugi (60) dan Wito (60), keduanya tetangga se-Desa dengan korban Saidi. “Keluarganya melapor ke Kades dan Polsek. Polsek bersama sama mencari, selama dua hari baru ditemukan Senin tadi pagi,” kata Jarno.

Sedangkan Camat Jatipurno, Edi Tri Hadiyanto mengatakan jasad Saidi sudah diserahkan kepada keluarganya. Keluarga korban menurut dia sudah iklhas menerima musibah itu. Soal penyebab kematian, Edi mengatakan Saidi meningal karena sengata lebah. “Sudah diperiksa tadi. Ada sengatan lebah di tubuhnya,” katanya.  ([email protected])

error: Content is protected !!